Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Sunday, April 1, 2012

Perbedaan Pria dan Wanita dalam Menghadapi Konflik

Pria dan Wanita dalam Menghadapi KonflikPria dan wanita memiliki cara tersendiri dalam menghadapi konflik dan menuntaskan rasa stress.

Para peneliti dari Australia menyelidiki penyebab di balik perbedaan respon yang terjadi antara kedua gender.

Dr. Joohyung Lee dari Prince Henry’s Institute, Melbourne, menyebutkan pria cenderung lebih agresif dalam menghadapi konflik.

Mereka memiliki sikap yang disebut “fight or flight”, yaitu berkelahi atau segera meninggalkan lokasi terjadinya konflik. Misalnya, saat bertengkar dengan pasangan, ada dua opsi tindakan yang akan dilakukan, yaitu melakukan tindakan fisik atau segera pergi dan mengungsi ke tempat yang dirasa lebih tenang. Tidak hanya dengan pasangan, namun juga dengan sesama pria.

Lain lagi dengan wanita. Jika para pria lebih senang bergulat sampai babak-belur, wanita lebih senang menyerang lawannya secara psikis, dengan menangis atau adu mulut. Setelah itu, kaum hawa akan mencari orang lain sebagai tempat bersandar dan mengeluarkan unek-unek. Dukungan moril menjadi kunci bagi para wanita dalam meredakan stress. Demikian seperti dilansir Science Daily.

Teori ini diamini sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh professor Vincent Harley dari Monash University. Dalam jurnal Bio Essays edisi minggu kedua Maret ini, Harley menemukan adanya aktivitas hormon yang aktif saat manusia dilanda stress. Harvey menyebutkan, dalam kondisi stress terdapat sejumlah hormon yang dilepaskan ke dalam tubuh. Hormon inilah yang menyebabkan pria lebih agresif dalam menghadapi konflik.

Selain itu, ada pula gen SRY yang memperkencang kinerja jantung dan otak selama masa stress. Gen SRY ini tidak terdapat dalam tubuh wanita, sehingga hormon estrogen menjadi kunci penggerak emosi di saat para wanita mengalami stress.

Sunday, March 25, 2012

Wanita Sensitif dengan Komentar Pria

Wanita sedih dengan komentar pasangannyaWanita adalah mahluk yang sensitif dan sedikit rumit sehingga banyak menggunakan perasaan. Berbeda dengan pria yang cenderung egoistik dan bisa keras dalam berkata-kata.

Ada beberapa alasan mengapa wanita sensitif dengan komentar pria, sebagaimana dikutip dari boldksy, Rabu (21/3).

Senang pujian
Wanita sebenarnya tidak selalu ingin dimanjakan dengan hadiah mahal. Dia lebih suka dan bahagia bila dipuji pasangannya. Wanita akan benar-benar merasa sakit hati ketika orang yang paling penting dalam hidupnya memberi komentar pedas dan kasar padanya. Jadi, sebaiknya jangan berkata kasar kepada wanita.

Sensitif terhadap hal sederhana dalam hidupnya
Wanita tentu berharap memiliki suami yang sopan dan perhatian karena wanita ingin dimanja. Wanita tidak bisa terima orang mengejek dan mengomentari tanpa alasan.

Pria egois
Ini merupakan masalah yang sangat umum diantara pasangan. Ego pria sebaiknya dikontrol. Jika pria cenderung selalu memamerkan maskulinitas atau dominasi Anda, akan bisa mempengaruhi hubungan Anda. Misalnya, saat pergi kencan pria membiarkan wanita membayar tagihan.

Wanita tidak bisa digantung
Ketika pria sudah merasa yakin dengan hubungannya, sebaiknya tegaskan hal itu pada wanita. Karena wanita tidak bisa digantung, itu akan membuatnya ragu dan menjadi lebih sensitif lagi.

Perbedaan cara berpikir
Pria berpikir sangat praktis, sedangkan wanita berbeda. Meski dia tunduk tapi juga rasional. Jadi, sebaiknya sebelum memberi komentar pikirkan kembali.

So, bagi kaum pria pertimbangkan hal diatas, okey!

Naikkan Gairah Bercinta Pria dengan Baju Merah

Gairah Bercinta Pria dengan Baju MerahWarna merah memang mentereng. Secara psikologi, warna ini menambah semangat dan menambah kepercayaan diri, sehingga memberikan pengaruh pada mood Anda.

Wanita yang berbusana merah terkadang terkesan wanita pemberani. Namun sebuah penelitian mengungkapkan jika pria melihat warna merah sebagai warna seksual, sehingga pria akan tertarik secara seksual dan melihat wanita yang mengenakan baju berwarna merah juga sedang memiliki gairah untuk bercinta.

Dilansir melalui limelife, Kamis (22/3), para peneliti di University of Rochester melakukan penelitian untuk menganalisa kembali mengapa warna merah dianggap warna paling seksi.

Peneliti melakukan riset yang melibatkan 25 pria. Kemudian, setiap pria diberikan dua foto dari wanita yang sama. Foto pertama mengenakan kaos putih, foto berikutnya mengenakan kaos merah. Setelah melihat foto tersebut, partisipan diminta untuk menilai foto mana yang lebih menunjukkan ketertarikan untuk bercinta dalam skala nilai 1 sampai 9.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology menunjukkan bahwa pria memberikan nilai tinggi pada wanita yang mengenakan kaos merah. Pria beranggapan wanita yang berbaju merah lebih terbuka untuk petualangan seks. Bahkan pria memberikan nilai 1-1,5 poin lebih tinggi utnuk wanita berbaju merah dibandingkan wanita yang memakai baju putih.

Pria bahkan tidak peduli, apakah busana yang dikenakan itu gaun seksi atau hanya kaos biasa. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pria lebih tertarik pada permainan warna.

Peneliti beranggapan bahwa pria menghubungkan warna dengan kesuburan. Jadi, wanita bisa menarik gairah seks suaminya dengan mengenakan baju berwarna merah.

Sepertinya patut dicoba....

Saturday, March 24, 2012

Gadget Bisa Menyebabkan Perceraian

Gadget bikin jarak dengan pasanganSebuah studi di Inggris menyebutkan, 22 persen dari dua juta warga Inggris dan 200.000 diantaranya ada di London selalu membawa komputer ke tempat tidur, yang menyebabkan satu dari lima perceraian di negara itu.

Psikolog Dr Varkja Chulani menilai sindrom sosial ini berdampak cukup besar terhadap keutuhan rumah tangga sebuah pasangan. Karena tanpa disadari kehadiran gadget seperti laptop, komputer, maupun telepon genggam bisa memberi jarak antara mereka.

"Masing-masing sibuk dengan gadget mereka, dan tanpa mereka sadari menjauhkan mereka dan akibatnya tidak ada lagi ikatan emosional disana," ujarnya, seperti dikutip dari Timesofindia, Selasa (20/3).

Para ahli memperingatkan bahwa obsesi dengan teknologi oleh pasangan dapat menimbulkan dilema hubungan serius, dan sangat beresiko terhadap keutuhan rumah tangga, tanpa mereka sadari.

Untuk itu, setiap pasangan diharapkan mulai introspeksi diri jika situasi seperti ini terjadi dalam rumah tangga mereka. Perlu komunikasi kedua belah pihak dan menetapkan aturan penggunaan gadget kalau sudah di rumah.

Tuesday, March 20, 2012

Tegas Katakan “Tidak!” pada Si Kecil

Katakan Tidak pada Si KecilIngin beli mainan baru, tidak mau tidur siang, ogah makan sayur. Wah, repotnya menghadapi ulah si kecil. Ingin tegas menolak rengekan si kecil, tapi berkata “Tidak!” saja rasanya tidak tega.

Menurut Tanya Altmann, psikolog anak dari University of California, Los Angeles, kata “tidak” memiliki kekuatan besar dalam mengontrol perilaku anak.

Jika terlalu sering diucapkan atau dilontarkan di waktu yang kurang tepat, keampuhannya akan berkurang. Sebaliknya, semakin jarang Anda mengucapkannya, anak akan semakin memahami maksud ucapan “tidak”.

Kepada WebMD, Altmann menjelaskan terdapat berbagai cara untuk menolak keinginan anak atau melarangnya melakukan sesuatu. Metode ini dibagi atas usia anak dan perkembangan perilakunya.

1. Bayi

Bayi baru mulai memahami arti kata “tidak” di usia sembilan bulan. Sebelumnya, Anda tidak bisa banyak berharap si kecil akan memahami maksud Anda. Untuk mengaplikasikannya, gantikan kata “tidak” dengan gestur tubuh dan tunjukkan apa yang Anda ingin anak lakukan. Misalnya, jika si adik memukul kakaknya, genggam tangannya dengan lembut dan beri pelukan hangat, lalu minta adik memeluk si kakak. Gestur ini menggantikan ucapan, “Adik tidak boleh nakal, adik harus sayang kakak”.

2. Batita

Di tahapan usia ini, Anda perlu membatasi penggunaan kata “tidak”. Alih-alih harus mengomel dan melarang si kecil untuk melakukan ini-itu, lakukan tindakan pencegahan dengan menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak. Gantikan kalimat “Tidak boleh main korek api!” dengan teguran yang lebih singkat namun mudah diingat, misalnya “Aduh! Panas!”

3. Usia pra-sekolah


Konsistensi menjadi kuncinya. Anak harus paham bahwa jika Anda mengatakan “tidak”, Anda benar-benar serius mengatakannya dan tidak ada tawar-menawar lagi. Jangan sampai kemarahan anak membuat Anda luluh, hingga kata “tidak” pun berubah menjadi “ya”. Sebagai tambahan, beri tambahan mengapa Anda melarang si kecil, karena di tahapan usia ini anak sudah mulai paham maksudnya. Contohnya, “Mama punya coklat buat kamu, tapi tidak boleh dimakan sebelum sarapan, nanti kamu sakit perut.”

Monday, March 19, 2012

Lima Kalimat Terlarang dalam Pernikahan

sifat asli muncul ketika bertengkarKetika pasangan suami istri bertengkar, maka segala caci maki bisa keluar. Saat itu, sifat asli dan sifat jelek masing-masing dari pasangan tampak secara nyata. Hal ini tentunya tidak sehat untuk satu pernikahan. Tapi ini adalah konflik dalam pernikahan.

Berikut ini ada beberapa kalimat yang membuat pasangan menikah mengalami pertengkaran hebat, yang dikutip dari boldsky:

"Kamu hidup dari uang saya"

Dulu mungkin pria memang satu-satunya pemegang kendali keuangan karena pencari nafkah. Tapi di jaman sekarang ini, pria dan wanita sama-sama mencari nafkah dan tidak jarang kondisi ini menimbulkan pertengkaran hebat bila keduanya tidak bisa membahas soal keuangan mereka dengan baik.

"Ibumu ingin menyingkirkan saya"

Meskipun pernyataan ini umumnya disampaikan perempuan, tapi pria juga sangat sensitif urusan yang satu ini. Umumnya, setiap orang berusaha untuk dekat dan menempatkan diri dengan mertua mereka. Tapi ketika usaha itu sudah dilakukan tapi tidak berhasil juga, maka perasaan tidak diterima tetap ada.

"Kamu tidak cocok menjadi orangtua"

Jika dalam keseharian Anda dan pasangan tidak bisa saling menekan keegoisan dan selalu bertengkar, bahkan menuduh bahwa dia tidak cocok menjadi orangtua, itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Karena ketika Anda bicara seperrti itu, maka Anda juga dianggap tidak layak menjadi orangtua.

"Kau beruntung menikah dengan aku"

Kadang ketika persoalan muncul, kerap keluar kalimat yang tidak perlu. Pernikahan adalah apa yang ingin Anda lakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Jadi, bukan hal bijaksana jika salah satu di antara Anda merasa paling baik daripada pasangan Anda.

"Katakan sekali lagi dan aku akan meninggalkanmu"

Anda bisa saja mengulang kata-kata tersebut sebanyak yang Anda mau, tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Semua akan disesali ketika salah satu dari Anda benar-benar melakukan hal tersebut.

Friday, March 16, 2012

Mengajarkan Kebiasaan Menabung pada Anak

Ajarkan Kebiasaan Menabung pada AnakHemat pangkal kaya bukan sekedar pepatah, namun menjadi tumpuan bagi si kecil dalam mengatur keuangan.

Pola hidup hemat harus dimulai sejak dini. Mengajarkan anak untuk menabung dapat membuatnya tumbuh sebagai sosok yang penuh perencanaan, termasuk dalam hal keuangan.

Dengan tabungan yang cukup, apa yang diinginkan akan dengan mudah didapat. Hemat pangkal kaya bukan sekedar pepatah, namun menjadi tumpuan bagi si kecil dalam mengatur keuangan.

Bagaimana caranya mengenalkan kebiasaan menabung pada anak?

1. Jelaskan manfaatnyaSebelum menerapkan kebiasaan menabung, terlebih dulu jelaskan seperti apa menabung itu dan apa saja manfaatnya. Beri contoh pengalaman Anda saat menabung agar si kecil memahami bukti konkrit dari manfaat menabung. Terangkan pula mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan agar si kecil tidak terjebak kebiasaan boros.

2. Buat daftar “tarif”Memberi imbalan setiap kali si kecil mengerjakan PR atau membantu Anda melakukan tugas rumah tangga, dapat menjadi cara yang baik dalam mengajarkan anak untuk menabung. Buat daftar imbalan yang akan diterima si kecil jika melakukan tugasnya, termasuk tugas-tugas yang ringan seperti membereskan tempat tidur atau memijat punggung ayahnya sepulang kerja.

3. Buka rekeningJika anak mulai memiliki penghasilan dari tugas-tugas yang dilakukannya, sediakan celengan yang dapat menampung uang tabungannya. Jika anak sudah cukup besar, Anda dapat membuka rekening di bank dan ajarkan si kecil untuk mengecek saldonya secara rutin.

4. Buat target Mintalah anak untuk memilih target yang akan dipenuhi dengan uang tabungannya. Berlibur atau membeli mainan yang sudah lama diidam-idamkan, misalnya. Ajarkan si kecil untuk menyisihkan 20-30 persen dari tabungannya untuk memenuhi keinginannya dan sisanya disimpan sebagai cadangan.

5. Beri contohSi kecil tidak akan menerapkan kebiasaan menabung jika dia kerap melihat kedua orangtuanya menghambur-hamburkan uang. Beri contoh dan tunjukkan pada sang buah hati seperti apa kebiasaan menabung yang baik.

Thursday, March 15, 2012

Perhatian dan Baik Hati, Calon Istri Idaman Pria

Perhatian dan Baik Hati, Calon Istri Idaman PriaMeski pria cenderung terlihat santai dalam memilih pasangan, tapi mereka diam-diam juga memiliki kriteria lho untuk dijadikan calon istri. Memang, soal penampilan selalu dijadikan faktor utama untuk memikat hati pria.

Pendapat itu benar, tapi wanita cantik tanpa hati yang baik dan kurang perhatian tidak akan pernah dijadikan calon istri oleh pria. Wanita seperti itu hanya akan pas dijadikan kekasih atau teman saja.

Daripada penasaran, sebenarnya wanita seperti apa yang ingin dijadikan pria menjadi istrinya:

Perhatian dan Baik Hati

Dua sifat tersebut menjadi faktor yang penting dimiliki oleh seorang istri menurut para pria. Ketika membayangkan pernikahan, seringkali mereka juga membayangkan punya anak dan membentuk keluarga. Mereka tentunya ingin anak-anaknya memiliki ibu yang pengertian, penuh cinta, perhatian, dan baik hati.

Santai

Santai, tidak terlalu ribet apalagi rewel merupakan karakter wanita yang disukai pria. Pria bisa tertekan membayangkan punya istri yang selalu menuntut, terlalu serius, rewel, dan terlalu pengatur. Santailah sedikit, jangan terlalu serius apalagi dalam menghadapi hal-hal kecil.

Berani Berpendapat

Rata-rata pria senang jika memiliki istri yang tak 'terlalu' penurut. Laki-laki akan senang jika istri juga bisa ikut berpendapat dan berdiskusi tentang sesuatu. Pria tidak terlalu suka pada wanita yang melakukan apa saja demi menyenangkan suami, walau sebenernya sang istri tidak suka melakukannya. Pria senang pada wanita yang berkepribadian kuat dan punya pendirian.

Menjaga Penampilan

Menjaga penampilan bukan berarti Anda harus selalu tampil cantik seperti supermodel. Pria senang pada wanita yang bisa merawat diri dan menjaga penampilan. Tak ada salahnya sesekali memotong rambut di penata rambut yang terkenal atau merapihkan alis ke salon yang ahli dalam membentuk alis.

Thursday, February 23, 2012

17 Alasan Mengapa Pria Selingkuh

Poling yang dilakukan terhadap lelaki berusia 25-35 tahun dari berbagai profesi terungkap, terdapat perbedaan yang cukup krusial antara batasan selingkuh di mata mereka dan Anda. Ada yang bilang, kalau hanya kencan biasa itu bukan selingkuh.

Yang lainnya mengatakan bahwa mereka baru boleh dicap selingkuh kalau sudah sampai berhubungan fisik, seperti one night stand. Dari mereka yang mengaku berselingkuh, pertanyaannya kemudian, mengapa mereka bisa sampai tidak tahan terhadap godaan perempuan lain? Inilah pengakuan mereka mengapa bisa selingkuh.


17 Alasan Mengapa Pria Selingkuh

1. Standar berubah
Di awal pacaran, faktor ketertarikan fisik biasanya dominan. Seiring berkembangnya hubungan, standar ini bergeser. Ada kebutuhan lain yang jadi prioritasnya yang dalam pandangannya tak bisa dipenuhi pasangan.

2. Butuh tantangan
Beberapa pria menganggap perselingkuhan seperti tantangan. Butuh nyali besar dan kepintaran atur strategi untuk main api tanpa ketahuan. Selain itu, mereka juga tak bisa lupa asyiknya menaklukkan lawan jenis.

3. Rehat dari Komitmen
Saat hubungan mulai serius, ada komitmen yang harus dipegang. Keadaan ini kerap membuat mereka terbebani. Mereka butuh pelarian, dan yang mereka pilih adalah perempuan lain.4. Ego
Ternyata, bagi sebagian besar lelaki, tak ada yang lebih bisa mendongkrak percaya dirinya daripada kenyataan bahwa masih ada perempuan selain pasangan yang tertarik padanya.

5. Bosan ah...
Dengan alasan jenuh pada pasangan, mereka berselingkuh. Bersama perempuan lain, mereka seperti menemukan kesegaran baru. Ada pengalaman baru yang mereka temui, dan ini membuat mereka bergairah.

6. Just for fun
Jika perempuan lebih banyak dikuasai oleh otak kanan, maka mereka lebih dikuasai otak kiri. Mereka jarang dikuasai emosi sehingga di mata mereka, perselingkuhan tidak memerlukan keterlibatan emosi tinggi.

7. Tak Tahan Godaan
Tak ada kucing yang menolak ikan, begitu anekdot untuk para pria mata keranjang. “Siapa yang tahan digoda perempuan cantik? Sekuat-kuatnya pertahanan, lama-lama runtuh juga,” dalih Rio (27), marketing sebuah bank.

8. Koleksi dan Seleksi
Bagi sebagian pria, selama janur kuning belum melengkung, berkencan dengan perempuan lain adalah wajar. “Lebih baik selingkuh sebelum menikah kan daripada setelahnya? Walau sudah serius kan bukan berarti dia jodoh saya. Daripada salah pilih, lebih baik lihat-lihat dulu,” kata Sofyan (30), desainer web.

9. Rebounds
Alasan klasik ini masih sering digunakan para lelaki untuk melegalisasi perselingkuhan mereka. Mereka berselingkuh karena pasangannya lebih dulu berselingkuh.

10. Tidak Puas
Mereka mudah pindah ke lain hati jika tak puas terhadap pasangannya, baik dalam soal fisik maupun emosi. Lebih dari satu saja kebutuhan mereka tidak terpenuhi, dia dengan gampangnya menerima perempuan lain.

11. Gap Komunikasi
Komunikasi yang sering tak nyambung dengan pasangan dijadikan alasan mereka untuk berpaling pada perempuan lain yang lebih bisa diajak ngomong.

12. Terlalu Posesif
Ke mana pun pergi atau apa pun yang dikerjakan, harus lapor kepada pasangannya. Ketika kebebasan tak didapat, mereka akan mencuri-curi. Laki-laki seperti anak kecil, makin dilarang, mereka makin bengal.

13. Pasangan Susah Gaul
Anda sering menolak diajak kumpul, padahal mereka senang memamerkan pasangannya ke lingkungan pergaulannya. Apalagi, jika teman-temannya memuji Anda. Anda yang dipuji, dia lho yang merasa bangga.

14. Pasangan Kelewat Manja
Harus mengantar ke salon, sering mengeluh kepanasan merupakan kemanjaan perempuan yang kalau kelewat sering mereka dengar bisa jadi alasan untuk kabur ke perempuan yang lebih mandiri. Menurut mereka, kombinasi antara sikap manja dan mandiri sangat dibutuhkan dalam hubungan.

15. Minder dengan Pasangan
Punya pasangan yang lebih sukses darinya kadang jadi bumerang. Di satu sisi dia ingin perempuannya mandiri, tapi di sisi lain egonya sebagai laki-laki menginginkan dia yang harus lebih sukses.

16. Terlalu Mengatur
“Tidak ada yang lebih membuat saya merasa gerah daripada menghadapi pasangan yang hobi mengatur, bahkan sampai pilihan kaus kaki yang harus saya pakai,” kata Deni (30), staf IT.

17. Memang Dasarnya Tak Setia
Perempuan bagi mereka hanya untuk sekadar senang-senang saja. Dia menebarkan rayuan maut kepada setiap perempuan. Dia tidak pernah setia karena baginya kesetiaan adalah barang langka.

17 Alasan Mengapa Pria Selingkuh

Sunday, February 12, 2012

Pria Dominan Inginkan Wanita Jadi Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tanggaDi luar keinginan fisik yang didamba pria, ternyata keinginan pria terhadap wanita yakni ketika wanita menjadi seorang ibu rumah tangga yang ideal.

Cantik, berambut panjang, putih mulus atau bahkan langsing tidak menjadi kriteria khusus bagi pria dalam memilih istri idaman mereka. Ada kriteria lain yang lebih penting di mata pria sehingga menjadikannya menarik di matanya.

Menurut jajak pendapat terbaru, yang dilansir GeniusBeauty, sebagian besar pria ingin memiliki istri "tradisional" yakni dimana dirinya dapat menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Adapun wanita, mereka ingin pria menghormati pendapat mereka dan mendukung finansial keluarga.

Kualitas istri yang paling penting
Data yang diterima selama jajak pendapat yang dilakukan oleh sosiolog Yorkshire dengan melibatkan 1 500 orang mendatapatkan hasil berikut. Ketika ditanya - apa kualitas yang paling penting dari pasangan? – 44 persen pria mengatakan wanita yang dapat merawat rumah tangga, 39 persen mengatakan bahwa mereka memiliki kemampuan memasak. Hanya 16 persen yang mengatakan bahwa mereka perlu mandiri finansial.

Kualitas suami yang paling penting
Ketika ditanya pertanyaan yang sama, 41 persen wanita mengatakan bahwa mereka menginginkan kemampuan pasangan untuk menghormati pendapat mereka. Sementara 38 persen lainnya mengatakan kualitas yang paling penting adalah keuangan tetap dari suami mereka.

Bagaiman pria harus bertindak
Kualitas pria yang paling penting dari perspektif wanita:
- Menghormati pendapat wanita - 41%
- Keuangan tetap - 38%
- Menjadi ayah yang baik - 27%
- Berkebun - 25%
- Prioritas keluarga - 22%


Bagaimana wanita harus bertindak
Kualitas wanita yang paling penting dari perspektif pria:
- Merawat rumah tangga - 44%
- Memasak - 39%
- Bersih-bersih - 33%
- Menjadi ibu yang baik - 31%
- Menghormati pendapat laki-laki - 31%

Wanita moderen atau wanita "tradisional"?
Tapi dapatkah wanita moderen menjadi ibu rumah tangga yang ideal untuk pasangan mereka? Bisakah kita berkompromi antara karir dan tujuan untuk menyenangkan suami kita dan menjadi wanita "tradisional"?

Jawaban di atas ada pada diri anda, yang manakah Anda sekarang ini?

Thursday, February 9, 2012

Ternyata, Menikah itu Sehat!

pernikahanTujuan pernikahan tak hanya sekedar mempererat ikatan yang sah. Namun juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti kesehatan.

Menikah ternyata membuat kesehatan Anda terus terjaga lebih baik. Hal ini sangat berbeda jauh dengan kondisi mereka yang bercerai, single atau berselingkuh. Berikut ini manfaat menikah yang perlu Anda tahu, yang dilansir melalui iDiva, Jumat (10/2).

Membuat Anda Lebih Bahagia
Pernikahan telah terbukti meningkatkan kebahagian. Pasangan menikah dan bahagia memungkinkan tubuhnya untuk melepas hormon senang. Inilah yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan tidak marah-marah. Jika Anda sedang dalam suasana hati yang menyenangkan, semua orang positif tak akan menjauhi Anda.

Sistem Kekebalan Tubuh Lebih Baik
Menikah mendorong sistem imun seseorang. Orang yang menikah memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi terhadap penyakit. "Anda akan lebih tenang. Sehingga membuat Anda kurang rentan terhadap pilek dan batuk," papar psikolog H'vovi Bhagwagar.

Mengurangi Sakit dan Nyeri
Ternyata, berada dalam hubungan yang stabil membuat Anda merasa aman untuk melewati semua masalah. Perasaan ini juga turut membantu mengatasi rasa dan nyeri yang lebih baik. Sebab, pasangan Anda akan selalu mendukung Anda untuk melewatinya.

Meningkatkan Konsentrasi
Pasangan yang peduli dan perhatian tak akan sungkan untuk berbagi peran dan tanggung jawab. "Pikiran kita tidak akan sibuk mengkhawatirkan anak di rumah atau bagaimana perasaan pasangan terhadap kita," tambah H'vovi. Hal ini memungkinkan Anda berkonsentrasi pada pekerjaan Anda.

Siklus Bulanan Teratur
Memang benar jika siklus haid wanita tergantung dari beberapa hal, termasuk kesehatan, gizi, dan stres. Wanita yang sudah berumah tangga cenderung tidak mengalami tekanan. Oleh karena itu, siklus haid mereka lebih teratur.

Menjauhkan Penyakit
Orang yang sudah menikah lebih sedikit gelisah dan cemas tentang masalah sepele. Mereka tahu jika ia memiliki pasangan yang bisa dipercaya. "Perasaan saling mendukung membantu mereka untuk menangani setiap masalah dengan mudah. Sehingga, mereka bisa mengurangi tingkat stres, yang berkaitan dengan risiko tekanan darah, hipertensi dan migrain."

Nah, terbukti kan?

Friday, February 3, 2012

Daftar Belanja Wajib Saat Anda Hamil

Bumil belanjaBelanja saat kondisi hamil memang sangat menyenangkan. Anda tidak hanya memikirkan kebutuhan pribadi, tetapi juga si buah hati.

Wanita terkenal suka belanja karena saat hamil mereka membeli semua pakaian yang ingin dibeli? Tidak juga. Membuat daftar belanja untuk persalinan lebih menyenangkan dari sekadar beli pakaian.

Namun yang perlu diingat, Anda harus bijak dalam membelanjakan uang atau memanfaatkan kartu kredit. Kalau tidak, jumlah tagihan Anda bisa membengkak.

Berikut beberapa tip untuk membantu Anda merencanakan belanja saat hamil agar lebih terorganisir, seperti dilansir Boldsky.

Pakaian Hamil
Tidak peduli seberapa sering suami cemberut saat Anda membeli baju hamil. Ini adalah kebutuhan Anda yang paling dasar untuk kesehatan dan kenyamanan. Namun, Anda baru mulai membutuhkan pakaian hamil saat tiga bulan pertama kehamilan.

Pakaian dalam wanita hamil
Mungkin ada peningkatan yang terlihat dalam ukuran payudara sewaktu Anda hamil, sehingga perlu membeli pakaian dalam saat trimester pertama. Cobalah membeli pakaian dalam yang berukuran lebih besar, termasuk yang dikhususkan untuk menyusui.

Sepatu bersalin
Ini adalah sebuah investasi penting karena Anda perlu sepatu datar dan nyaman khusus selama kehamilan. Pertimbangkan kemungkinan kaki Anda akan membengkak pada trisemester terakhir sebelum membeli sepatu.

Buku bersalin
Ini adalah item paling penting dari daftar belanja hamil Anda. Kehamilan dan menjadi seorang ibu adalah pengalaman baru yang menantang untuk Anda, sehingga baca sebanyak mungkin yang Anda bisa.

Makanan idaman
Lebih baik konsumsi beberapa makanan sehat yang disarankan oleh dokter Anda daripada menjangkau makanan tidak sehat hanya karena menginginkannya.

Kosmetik bersalin
Item yang paling penting dalam kategori ini adalah krim mentega kakao untuk menghindari kulit berbekas. Anda dapat memiliki daftar lain, tetapi krim tersebut yang utama dibutuhkan agar dapat merasakan manfaat yang baik.

Belanjaan bayi
Anda akan membutuhkan sebuah buku untuk memulai mencari nama-nama bayi. Apa yang bayi Anda diinginkan ketika lahir? Mainan. Semua ibu hamil membayangkan ketika berada di toko mainan bayi. Beli mainan yang menurut Anda akan menarik. Beberapa pakaian dasar bayi dapat dibeli saat beberapa pekan terakhir kehamilan Anda. Bagian yang paling menarik dari belanja, yaitu perabot bayi, tempat tidur bayi, dinding kertas, dan lain-lain.

Merasakan yang terbaik
Kebanyakan wanita hamil ingin merasakan hal-hal baik seperti stoking, pakaian malam yang sensual, dan perhiasan. Jika ini memberikan Anda emosional tinggi dan Anda mampu membelinya, belilah.

Thursday, January 26, 2012

Hati-Hati, Rayuan Remaja Pria Pudarkan Pesona Keperawanan

Rayuan Remaja PriaMelindungi buah hati tercinta dari ancaman hubungan seksual dini memang bukan perkara mudah. Karenanya, memberikan perlindungan khusus pada mereka menjadi tindakan preventif yang perlu dilakukan.

Ancaman remaja yang melakukan hubungan seksual pada usia dini memang menjadi momok tersendiri bagi para orangtua. Apalagi berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2010, pria dan wanita pertama kali berhubungan seksual pada usia 10-24 tahun. Dan sebagian besar kasus tersebut terjadi karena modal rayuan remaja pria yang mengiming-imingi buah hati Anda.

Tentu ini sebuah ancaman yang serius bagi masa depan Anda yang memiliki buah hati remaja wanita. Apalagi, rata-rata mereka yang melakukan hubungan di usia dini mengaku bercinta pertama kali tanpa menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom. Karenanya, bukan hanya biologis buah hati yang terancam tapi juga masa depannya.

Rayuan Remaja Pria Pudarkan Pesona Keperawanan


“Berbeda dengan konsep 3M (men, money, mobile) remaja putra modalnya hanya rayuan gombal untuk bisa memerawani anak orang,” tegas Baby Jim Aditya MPsi MCH CHt, aktivis untuk AIDS pada seminar “Getting To Zero 2015: Melindungi Keluarga dan Perempuan Indonesia dari Infeksi HIV/AIDS, Sanggupkah?” di Candi Singasari, Hotel Sahid, Jakarta, baru-baru ini.

Parahnya, selain memanfaatkan kepuasan biologis dari remaja wanita, para remaja putra yang umumnya memiliki uang saku yang pas-pasan pemberian orangtua cenderung memanfaatkan keberadaan kekasihnya tersebut untuk memuaskan dirinya.

Guna menghindari permasalahan ini, remaja putri pun disarankan menghadapinya dengan tidak menanggapi permintaan kekasih tercinta yang dapat merugikan diri dan masa depannya.

“Alasan remaja putra pada kekasih biasanya mereka ingin menikahi wanita yang masih perawan, untuk itu diperlukan tes keperawanan. Nah, kalau sudah begini jadinya enggak perawan kan ceweknya?,” tutup ketua Partisan (Partisipasi Kemanusiaan) Club ini.

Saturday, December 17, 2011

Ayah Perokok Anak Berisiko Leukemia

merokokMenurut sebuah penelitian di Australia, anak-anak yang ayahnya merokok berisiko terkena leukemia. American Journal of Epidemiology juga meneliti faktor kompleks yang menyebabkan anak-anak menderita acute lymphoblastic leukemia (ALL).

"Hasil penelitian menunjukkan ayah yang perokok berat, ketika melakukan pembuahan berisiko menghasilkan anak yang menderita leukemia," kata Tim Peneliti di Telethin Institute for Child Health Research Elizabeth Milne seperti dikutip Reuters.

Meskipun demikian dari data yang mereka dapatkan hanya tiga sampai lima anak dari setiap 100 ribu orang yang menderita leukemia.

Para peneliti juga mengamati keluarga dari 300 anak yang menderita ALL dan menanyakan kebiasaan merokok yang dilakukan orang tua mereka. Perilaku merokok pada ibu tidak berisiko mengembangkan sel kanker ALL pada anak-anak. Justru ayah yang merokok sedikitnya 20 batang per hari,kemungkinan besar menularkan risiko terkena ALL pada anaknya.

Sudah ada sedikitnya sembilan laporan terkait peningkatan risiko ALL pada anak-anak. Profesor di University of California juga mengungkapkan paparan tembakau dan kanker pada anak telah diabaikan hingga saat ini. Dia menambahkan tembakau yang penuh racun mengandung karsinogen dan membuat kerusakan pada sel-sel yang memproduksi sperma. DNA sperma yang mengandung kerusakan bila berhasil membuahi sel telur dapat menyebabkan penyakit pada keturunannya.

Faktor lain yang berkesempatan besar berkembangnya ALL adalah radiasi x-ray dan paparan pestisida atau cat pada ibu hamil.

Friday, November 25, 2011

10 Pengetahuan Seputar Newborn

10 Pengetahuan Seputar Newborn Kehadiran anggota baru di keluarga tentu menghadirkan suasana baru di rumah ya Moms. Guna membekali Moms menyambut bayi baru lahir (newborn), ikutilah “ilmu wajib” ini. Apa saja?

Berikut ini panduan dr Sri Wahyuni Catur SpA dari Baby & Child Clinic Tumbuh Kembang Cibubur.

Berikan ASI Segera Setelah Lahir

Saat ini, para dokter menyarankan untuk sesegera mungkin memberikan ASI begitu bayi dilahirkan (inisiasi menyusui dini). Susui bayi Moms selama 30 menit. Jika ASI belum keluar juga, tak perlu panik. Normal saja bila sampai 3 hari ASI belum keluar. Hal ini sesuai dengan keadaan bayi dimana tubuh bayi masih terdapat banyak cairan dalam 2 atau 3 hari pertama. Tetaplah menyusui karena hal ini akan merangsang keluarnya ASI selanjutnya. Dan ASI yang pertama kali keluar – kolostrum – sangat baik diberikan pada bayi untuk menjaga kekebalan tubuhnya.

Menyusui yang Benar

Agar bayi tenang dan nyaman saat menyusu, dekaplah ia dengan lembut sehingga perutnya bersentuhan dengan perut Moms. Tangan Moms menyangga kepala bayi dan posisinya lebih tinggi dari dada dan perut bayi. Lalu tangan Moms yang lain menyangga payudara agar mudah dicapai mulut bayi. Pastikan puting dan bagian sekitar areola (bagian hitam yang mengelilingi puting) masuk ke dalam mulut bayi.

Bayi Sering Lapar/Haus

Bulan-bulan pertama, bayi biasanya cepat lapar atau haus. Bila si kecil sering menangis berarti ia lapar atau ingin buang air. Biasanya tiap 2 atau 3 jam harus diberi ASI. Tapi tidak ada patokan berapa jam karena bergantung kebutuhan bayi saat itu.
Dan jika bayi tidur terus menerus sebaiknya dibangunkan tiap 3 atau 4 jam sekali untuk minum ASI.

Sering Buang Air Besar (BAB)

Jika bayi diberikan ASI eksklusif, umumnya bayi akan BAB lebih sering dibanding bayi yang tidak minum ASI. Tapi jangan kaget setelah lewat 40 hari, BAB menjadi lebih teratur 1 - 3 kali sehari. Namun kadang-kadang juga bisa sampai 3 hari sekali, bahkan sampai seminggu sekali. Keadaan ini normal karena ASI dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi. Sehingga penyerapan juga lebih bagus, maka bisa saja tidak banyak feses yang terbuang.

Perawatan Tali Pusat

Tali pusat biasanya akan lepas sendiri berkisar 5 – 7 hari atau maksimal 12 hari. Perawatannya mudah saja, tutup tali pusat dengan kasa steril agar tidak kena kotoran atau infeksi. Kasa dapat diganti 2 kali sehari, tapi jika basah harus diganti. Tidak perlu menggunakan alkohol agar kulit perut tidak kering.

Mandi Air Hangat

Begitu lahir, dibersihkan dari kotoran dan lemak dengan kain yang lembut. Esoknya bayi boleh dimandikan dengan dilap menggunakan air hangat, atau mandi di bak mandi khusus bayi. Begitu juga setelah buang air, bersihkan alat kelamin bayi. Jika bayi perempuan, basuh dengan lap basah dari arah vagina ke belakang untuk menghindari kuman masuk ke vagina. Kemudian dikeringkan.

Untuk bayi laki-laki, bersihkan lubang pipisnya dengan lap basah lalu keringkan. Jika si kecil mengejan saat pipis, Moms patut curiga. Bisa jadi ada sumbatan di lubang pipisnya. Untuk membersihkannya, gunakan cotton bud agar kotoran mudah dikeluarkan. Jika lubang terlihat agak sempit, seringlah membuka kulit preputium (kulup) pelan-pelan.

Ritual Tidur

Total waktu tidur bayi pada masa awal berkisar 16 jam sehari. Setelah 40 hari, waktu tidurnya mulai berkurang, berkisar 10 jam. Setelah 2 bulan, ritme tidurnya mulai teratur. Agar bayi tidur lebih nyenyak dan teratur, Moms dapat melatih ritmenya, siang hari ajak bermain. ASI harus cukup agar bayi kenyang, dan lakukan pijat bayi. Jangan tidur tengkurap tanpa pengawasan kecuali bayi sudah berusia 3 – 4 bulan atau sudah bisa tengkurap sendiri. Atau jika ingin mengeluarkan dahak atau lendir-lendir, boleh sesekali ditengkurapkan.

Kosmetik Khusus Bayi

Penggunaan bedak bayi, baby oil, hair lotion, minyak telon, minyak kayu putih, dan sebagainya jangan terlalu berlebihan. Seperlunya saja, karena ada beberapa bayi yang kulitnya sensitif atau dapat menimbulkan alergi.

Mainan

Jika ingin memberikan mainan pada bayi, pilihlah yang dapat dibunyikan seperti kerincingan. Karena pada bayi yang pertama kali peka adalah pendengaran. Pilih juga yang mempunyai warna terang atau mencolok untuk merangsang penglihatan.

Atasi Penyakit Ringan


- Jika bayi diare, susui sesering mungkin, jangan sampai dehidrasi (kurang cairan). Atau jika perlu berikan larutan elektrolit seperti oralit. Diare merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

- Jika keluar darah dari kemaluan bayi perempuan, jangan panik! Hal ini normal karena masih ada pengaruh hormon estrogen yang masih terbawa dari tubuh ibunya.

- Kalau bayi muntah, miringkan badannya agar tidak tersedak dan tepuk-tepuk punggungnya.

- Kolik. Biasanya 0,5 – 2 jam menangis tidak berhenti-henti. Untuk meredakan kolik, tempelkan perut bayi pada perut Moms atau dekap dengan lembut agar ia merasa hangat dan relaksasi otot perut sampai gerakan peristaltik usus normal kembali.

- Hidung tersumbat. Gunakan cotton bud untuk membersihkan lendir di hidung bayi. Jika kotoran sudah mengeras, gunakan larutan NaCl steril untuk mengencerkannya.

- Mata selalu berair (belekan). Moms dapat memijat perlahan di pangkal hidung dekat mata. Jika terjadi infeksi, segera bawa ke dokter karena bisa jadi disebabkan virus atau bakteri.

- Lidah bayi harus sering dibersihkan untuk mencegah jamur. Dapat menggunakan kain kasa yang dibasahi air hangat.

- Bayi kuning. Kalau bayi kuning ketika lahir atau pada hari ketiga setelah lahir, masih dianggap normal. Bahkan maksimal sampai 14 hari masih normal karena aktivitas hati belum sempurna. Jadi boleh-boleh saja menjemur bayi pagi hari sebelum jam 9 selama 15 – 30 menit. (Sumber: Mom & Kiddie)

Tuesday, November 1, 2011

Hidup Konsumtif Alasan Karyawan Tidak Bisa Menabung

Hidup Konsumtif Alasan Karyawan Tidak Bisa MenabungBeberapa tahun bekerja di perusahaan bonafit, amat disayangkan jika karyawan belum juga bisa menabung. Terlepas dari besar maupun kecilnya gaji, sikap konsumtif ditengarai sebagai pemicu.

“Seseorang belum bisa menabung karena kemampuannya tidak ada, tapi kemauannya banyak. Gaya hiduplah yang menyebabkan pengeluaran dia lebih tinggi dari penghasilan,” papar Mike Rini Sutikno, CFP selaku Managing Partner MRE Financial & Business Advisory Jakarta, Selasa (1/11/2011).

Mereka yang belum bisa menabung disarankan untuk sedikit ‘mengerem’ sikap konsumtif dan mengalihkan penghasilan kepada sesuatu yang lebih bermanfaat jangka panjang.

“Selain mengoptimalkan penghasilan, mereka juga harus menghindari sikap konsumtif. Utamakan cicilan rumah maupun mobil ketimbang menghabiskannya untuk kesenangan sesaat,” tutupnya.

Sunday, October 16, 2011

Beli Bekas 6 Barang Ini? No Way!

Beli barang bekas atau secondMemburu barang bekas pakai memang mengasyikan sekaligus menantang. Selain murah, kemungkinan besar barang yang ditemukan masih dalam kondisi baik. Dengan begitu Anda bisa menghemat uang lebih banyak.

Tapi, ada beberapa barang bekas pakai yang sebaiknya dihindari karena alasan kesehatan dan keamanan. Apa saja barang itu? Shine mengulasnya berikut ini.

Boks bayi
Demi keselamatan sang buah hati, Anda sebaiknya membeli yang baru. Ditakutkan, produksi boks bayi lama dengan pengaman di bagian samping sudah tidak terkunci dengan baik.

TV
Menggiurkan memang melihat harga miring yang ditawarkan untuk sebuah televisi. Tapi kebanyakan televisi bekas tak lagi bergaransi yang kemungkinan besar hanya akan bertahan dalam hitungan hari dan membuat Anda rugi. Sebaiknya, tunggu hingga toko elektronik kesayangan menggelar diskon besar-besaran.

Kasur
Anda yakin masih ingin menggunakan kasur bekas orang lain? Faktanya, kasur itu akan meninggalkan bekas keringat dan noda lain yang sulit untuk dibersihkan.

Kamera digital
Kita tidak pernah tahu kondisi awal dari kamera digital yang dibeli. Sebaiknya membeli yang baru untuk menghindari keluar uang lebih banyak, untuk mereparasi atau membeli suku cadang yang hilang saat kamera terjatuh.

Laptop
Sama seperti kamera digital, sebaiknya Anda tunggu hingga model terbaru keluar di pasaran.

Topi
Tak terbayangkan apa yang sudah menempel pada topi tersebut; keringat dan kondisi kepala bekas pengguna. Anda hanya perlu mengeluarkan beberapa lembar saja untuk sebuah topi keluaran terbaru.

Saturday, October 15, 2011

7 Jurus Jitu Atasi Masalah Rumah Tangga

7 Jurus Jitu Atasi Masalah Rumah TanggaRibut kecil itu biasa! Tiap pasangan pasti pernah mengalaminya. Pernyataan ini kerap kita dengar dalam keseharian. Mustahil memang jika kehidupan rumah tangga tak pernah diwarnai perbedaan pendapat.

Meski terdengar ‘kecil’ atau masalah sepele, jangan dianggap remeh loh! Moms and Dads bisa menyimak 7 sumber konflik plus solusinya berikut ini:

Penghasilan

Penghasilan bisa mencakup penghasilan suami dan istri atau penghasilan tunggal jika hanya satu pihak yang bekerja. Sebaiknya sebelum menikah, pasangan sudah membicarakan bagaimana mereka akan mengelola keuangan rumah tangga.

Misalnya, penghasilan suami yang tidak diketahui secara transparan oleh istri sehingga istri kesulitan mengelolanya dan timbul konflik. Bisa juga terjadi penghasilan istri lebih besar dari suami dan suami tidak bisa menerima hal tersebut. Pengaturan keuangan harus disepakati bersama.

Solusi: Komunikasikan secara terbuka jumlah penghasilan yang diperoleh, lalu buatlah kesepakatan mengenai pengelolaannya.

Anak-anak

Bila suami dan istri menerapkan pola asuh berbeda pada anak, bisa muncul masalah. Selain itu, anak-anak dilanda kebingungan, harus menuruti Moms or Dads. Pola asuh yang diterapkan yaitu bagaimana mengajarkan anak untuk disiplin, mandiri, termasuk membelikan barang atau hadiah bagi anak.

Solusi: mendiskusikan secara terbuka mengenai cara-cara mendidik anak yang disepakati bersama sehingga anak dapat dididik secara konsisten dan menghilangkan konflik yang ada.

Kehadiran anak yang menyita waktu serta perhatian kerap membuat Moms and Dads. kehilangan waktu berdua atau lupa bahwa mereka juga membutuhkan waktu berdua. Jadi, pandai-pandailah memelihara kemesraan di tengah kesibukan membesarkan anak.

Kehadiran Pihak Lain

Kehadiran pihak lain bisa jadi pemicu masalah, misal orangtua, mertua, kakak-adik ipar, sepupu dan lain-lain. Solusi: keterbukaan itu mutlak. Sebelum Moms and Dads memberi bantuan, baik ke pihak istri atau suami, sebaiknya terlebih dulu dibicarakan, berapa dana yang akan dikeluarkan, dan siapa saja yang bisa dibantu. Dan ini harus didasari kesepakatan bersama.

Hubungan Intim

Hubungan intim termasuk aspek penting dalam rumah tangga. Ini sebagai pernyataan keintiman dan kasih sayang. Namun jika suami atau istri merasa tidak terpenuhi kebutuhannya bisa jadi masalah.

Solusi: cobalah mengomunikasikan apa yang mengganjal dalam hubungan intim Anda. Sampaikan pada pasangan apa yang dirasakan. Jangan ragu atau malu untuk mengungkapkannya. Jika perlu, berkonsultasilah dengan ahli.

Keyakinan

Perbedaan keyakinan tentu sudah dipahami sejak sebelum menikah. Toleransi dan komitmen untuk menjalankan keyakinan masing-masing perlu selalu dijaga. Konflik bisa muncul jika kedua hal tersebut dilupakan. Begitu pula menyangkut keyakinan anak-anak.

Solusi: ingat kembali komitmen sebelum menikah, bagaimana masing-masing akan menjalani keyakinannya. Kondisi di atas akan menjadi konflik yang berkepanjangan bila masing-masing pihak tidak memiliki toleransi. Tetaplah saling menghargai!
Apabila akhirnya Anda atau pasangan sepakat untuk memilih satu keyakinan saja, sebaiknya bukan karena unsur paksaan.

Ragam Perbedaan

Walaupun sebelum menikah ragam perbedaan sudah diketahui oleh pasangan, namun setelah menikah dan hidup bersama, ada hal-hal yang baru diketahui masing-masing pihak. Mulai dari hobi, kebiasaIan dan lainnya. Konflik dapat muncul bila masing-masing menilai bahwa dirinya lebih baik, caranya lebih baik, kebiasaannya lebih baik.

Solusi: berkompromi dan selalu ingat bahwa perbedaan pasti ada. Kompromi untuk menerima perbedaan masing-masing. Misalnya menyalurkan hobi. Aturlah bagaimana hobi yang berbeda dapat dihargai, misalnya sesekali ikut dalam kegiatan pasangan atau beri kesempatan pasangan melakukan hobinya tanpa diganggu.

Komunikasi Sangat Terbatas

Keterbatasan komunikasi karena kesibukan bisa menciptakan konflik, yaitu pasangan merasa dirinya tidak dilibatkan atau tidak diperhatikan. Solusi: dengan berbagai cara, termasuk kecanggihan teknologi, Anda dan pasangan dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Misal setiap jam makan siang saling menelepon untuk menanyakan aktivitas masing-masing. Atau berkomitmen setiap malam sebelum tidur untuk menceritakan satu hal yang berkesan di hari itu.

Tuesday, October 11, 2011

Tanpa Ponsel, Wanita Merasa Bugil

Tanpa Ponsel, Wanita Merasa BugilSeiring kebutuhan teknologi yang terus berkembang, kehadiran ponsel bagi wanita pun layaknya penutup tubuh yang terus melekat setiap waktu. Tak heran ketika ponsel tak di tangan, wanita merasa bugil karena tak ada yang memenuhi kebutuhan informasinya.

Ponsel tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi semata, tapi juga menjadi kebutuhan primer bagi wanita. Dengan berkembang teknologi, di mana semua kebutuhan harian dapat dikendalikan lewat ponsel, keberadaan ponsel pun naik kasta. Imbasnya wanita bukan hanya ketergantungan dengan “gadget” tersebut, tapi juga merasa bugil karena dirinya tak bisa terkoneksi ke dunia internet secara luas, seperti dikatakan sebuah survei yang dirilis Times of India.

Penelitian website Kidspot menemukan, bahwa 83 persen lebih wanita menggunakan ponsel untuk menjalin komunikasi dengan banyak orang melalui pesan, sementara 42 persen lainnya memilih menjaga hubungan dengan panggilan telepon.

Survei yang dilakukan terhadap 5.435 wanita berusia 18 hingga 65 tahun menemukan, bahwa ponsel pintar dianggap sebagai jendela dirinya terhubung pada informasi dan pengetahuan tanpa batas dengan dunia luar. Pasalnya dengan satu perangkat tersebut, mereka bisa menggunakan fasilitas video, recording, kamera, SMS, GPS, akses chatting hingga menyimak berbagai informasi berita dari berbagai situs.

Hampir 30 persen dari responden tersebut mengatakan, bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa ponsel dan 24 persen memiliki hubungan emosional dengan ponsel, serta 22 persen lainnya mengatakan bahwa alasan dirinya menggunakan ponsel dikarenakan faktor kepraktisan.

Sisanya, hanya 3 persen yang melaporkan bahwa menggunakan ponsel karena urusan kebutuhan baik untuk bisnis atau tetap terkoneksi dengan anak-anak.

Friday, October 7, 2011

Plus Minus Tayangan Televisi bagi Perkembangan Anak

Bak dua sisi mata uang, peran televisi memiliki plus minus. Ada sisi positif dan negatif yang bisa dipetik usai menyaksikan tayangan televisi. Apa saja?

Banyaknya tayangan televisi yang hadir membuat anak-anak memiliki pilihan lebih bervariatif. Hanya saja, Anda sebagai orangtua juga perlu lebih selektif memilih tayangan terbaik untuk anak-anak. Dengan cara positif, maka pengaruh yang dihasilkan pun jauh lebih positif.

Selama ini banyak orang bilang, bahwa televisi membuat anak jadi sulit konsentrasi, menimbulkan obesitas, dan sebagainya. Itu memang benar adanya. Namun dengan cara yang cerdas, televisi bisa menjadi media edukatif jika Anda memahami plus minusnya.

"Televisi memang memiliki fakta positif dan negatif. Fakta negatif di antaranya, jika anak menonton televisi lebih dari empat jam sehari cenderung mengalami obesitas. Ini dikarenakan selama menonton televisi biasanya anak-anak sambil ngemil. Itulah yang menyebabkan anak menjadi kelebihan berat badan," kata Psikolog Anak Vera Itabiliana di acara “Coaching Clinic, di The Metropolitan Theater of Kidzania”, Pacific Place, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Selain obesitas, ada beberapa fakta negatif lainnya seputar tayangan televisi. "Acara yang dirancang untuk anak-anak ternyata lima sampai enam lebih diwarnai kekerasan dibandingkan dengan acara dewasa. Tak hanya itu, fakta mencengangkan lainnya yakni bahwa 54 persen anak berusia empat sampai enam tahun lebih senang menonton televisi ketimbang bermain dengan ayahnya," jelasnya.

Kendati sangat mencengangkan, namun kehadiran televisi tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, banyak juga program-program televisi yang mendatangkan sisi positif.

Salah satunya, meningkatkan kosakata buah hati, televisi membuka peluang pada anak untuk mengetahui berbagai hal, tergantung jenis program yang ditonton.

"Televisi juga dapat membangkitkan minat anak pada sebuah hal baru, misalnya dengan menonton 'Mister Maker' si anak jadi lebih kreatif membuat prakarya serta televisi menjadi sarana komunikasi yang efektif," paparnya.

Meski fakta negatif dan positif saling memengaruhi, orangtua tetap harus mengontrol tayangan bagi buah hati.

"Usahakan untuk tidak membiarkan anak menonton televisi seorang diri. Jika orangtua tidak bisa menemani minimal orang terdekat atau ‘baby sitter’ bisa menamani. Pasalnya anak kerap mempertanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan program televisi. Jadi, sebisa mungkin kita harus menemani mereka," imbuh Ari Kartika SSi MSi selaku GM Marketing Partnership & Communication Kidzania.