Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

Agar Anak Mudah Bergaul & Banyak Teman

Anak Mudah BergaulBanyak faktor yang dapat membuat anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satunya, memberi sedikit kebebasan agar mudah bergaul.

Sebab, anak yang punya banyak teman sesungguhnya dapat membawa dampak positif bagi perkembangannya. Lantas, cara didik seperti apakah yang harus ditempuh orangtua agar anak mudah bergaul dan memiliki banyak teman?

Untuk lebih jelas, Anda perlu simak pemaparan berikut seperti dilansir Boldsky.

Mengadakan pesta di rumah

Orangtua kerap tak sadar bahwa di sekitar lingkungan rumahnya terdapat banyak anak. Oleh karena itu, bila menemukan momen yang tepat, Anda dapat mengadakan pesta dan mengundang anak-anak di sekitar lingkungan rumah. Hal ini akan membuat anak Anda memiliki banyak teman dan mudah bergaul. Bila anak justru asik bermain komputer saat pesta di rumah berlangsung, Anda perlu melarang dia, sebab hal ini akan membuatnya memiliki sikap antisosial.

Ajaklah anak untuk ikut dalam permainan yang melibatkan banyak orang

Anda perlu mengajak anak untuk terlibat dalam sebuah permainan yang membutuhkan banyak orang. Sebab, bermain bersama teman akan memudahkan anak dalam bergaul. Selain itu, permainan juga membantu anak untuk menciptakan ide-ide baru.

Biarkan anak berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman

Anda perlu memberi kesempatan kepada anak untuk berangkat dan pulang sekolah bersama teman-temannya.

Mendorong anak untuk belajar kelompok

Anda bisa mengizinkan anak belajar bersama teman-temannya, sebab hal ini dapat mempererat persahabatan mereka. Selain itu, belajar kelompok adalah salah satu solusi untuk menghindari rasa bosan pada anak saat belajar.

Ajarkan anak untuk berbagi

Anda perlu menyiapkan makanan kecil saat anak hendak pergi belajar kelompok. Kemudian Anda perlu menasihatinya bahwa dia harus membagi makanan tersebut kepada teman-temannya juga.

Tuesday, March 20, 2012

Tegas Katakan “Tidak!” pada Si Kecil

Katakan Tidak pada Si KecilIngin beli mainan baru, tidak mau tidur siang, ogah makan sayur. Wah, repotnya menghadapi ulah si kecil. Ingin tegas menolak rengekan si kecil, tapi berkata “Tidak!” saja rasanya tidak tega.

Menurut Tanya Altmann, psikolog anak dari University of California, Los Angeles, kata “tidak” memiliki kekuatan besar dalam mengontrol perilaku anak.

Jika terlalu sering diucapkan atau dilontarkan di waktu yang kurang tepat, keampuhannya akan berkurang. Sebaliknya, semakin jarang Anda mengucapkannya, anak akan semakin memahami maksud ucapan “tidak”.

Kepada WebMD, Altmann menjelaskan terdapat berbagai cara untuk menolak keinginan anak atau melarangnya melakukan sesuatu. Metode ini dibagi atas usia anak dan perkembangan perilakunya.

1. Bayi

Bayi baru mulai memahami arti kata “tidak” di usia sembilan bulan. Sebelumnya, Anda tidak bisa banyak berharap si kecil akan memahami maksud Anda. Untuk mengaplikasikannya, gantikan kata “tidak” dengan gestur tubuh dan tunjukkan apa yang Anda ingin anak lakukan. Misalnya, jika si adik memukul kakaknya, genggam tangannya dengan lembut dan beri pelukan hangat, lalu minta adik memeluk si kakak. Gestur ini menggantikan ucapan, “Adik tidak boleh nakal, adik harus sayang kakak”.

2. Batita

Di tahapan usia ini, Anda perlu membatasi penggunaan kata “tidak”. Alih-alih harus mengomel dan melarang si kecil untuk melakukan ini-itu, lakukan tindakan pencegahan dengan menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak. Gantikan kalimat “Tidak boleh main korek api!” dengan teguran yang lebih singkat namun mudah diingat, misalnya “Aduh! Panas!”

3. Usia pra-sekolah


Konsistensi menjadi kuncinya. Anak harus paham bahwa jika Anda mengatakan “tidak”, Anda benar-benar serius mengatakannya dan tidak ada tawar-menawar lagi. Jangan sampai kemarahan anak membuat Anda luluh, hingga kata “tidak” pun berubah menjadi “ya”. Sebagai tambahan, beri tambahan mengapa Anda melarang si kecil, karena di tahapan usia ini anak sudah mulai paham maksudnya. Contohnya, “Mama punya coklat buat kamu, tapi tidak boleh dimakan sebelum sarapan, nanti kamu sakit perut.”

Friday, March 16, 2012

Mengajarkan Kebiasaan Menabung pada Anak

Ajarkan Kebiasaan Menabung pada AnakHemat pangkal kaya bukan sekedar pepatah, namun menjadi tumpuan bagi si kecil dalam mengatur keuangan.

Pola hidup hemat harus dimulai sejak dini. Mengajarkan anak untuk menabung dapat membuatnya tumbuh sebagai sosok yang penuh perencanaan, termasuk dalam hal keuangan.

Dengan tabungan yang cukup, apa yang diinginkan akan dengan mudah didapat. Hemat pangkal kaya bukan sekedar pepatah, namun menjadi tumpuan bagi si kecil dalam mengatur keuangan.

Bagaimana caranya mengenalkan kebiasaan menabung pada anak?

1. Jelaskan manfaatnyaSebelum menerapkan kebiasaan menabung, terlebih dulu jelaskan seperti apa menabung itu dan apa saja manfaatnya. Beri contoh pengalaman Anda saat menabung agar si kecil memahami bukti konkrit dari manfaat menabung. Terangkan pula mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan agar si kecil tidak terjebak kebiasaan boros.

2. Buat daftar “tarif”Memberi imbalan setiap kali si kecil mengerjakan PR atau membantu Anda melakukan tugas rumah tangga, dapat menjadi cara yang baik dalam mengajarkan anak untuk menabung. Buat daftar imbalan yang akan diterima si kecil jika melakukan tugasnya, termasuk tugas-tugas yang ringan seperti membereskan tempat tidur atau memijat punggung ayahnya sepulang kerja.

3. Buka rekeningJika anak mulai memiliki penghasilan dari tugas-tugas yang dilakukannya, sediakan celengan yang dapat menampung uang tabungannya. Jika anak sudah cukup besar, Anda dapat membuka rekening di bank dan ajarkan si kecil untuk mengecek saldonya secara rutin.

4. Buat target Mintalah anak untuk memilih target yang akan dipenuhi dengan uang tabungannya. Berlibur atau membeli mainan yang sudah lama diidam-idamkan, misalnya. Ajarkan si kecil untuk menyisihkan 20-30 persen dari tabungannya untuk memenuhi keinginannya dan sisanya disimpan sebagai cadangan.

5. Beri contohSi kecil tidak akan menerapkan kebiasaan menabung jika dia kerap melihat kedua orangtuanya menghambur-hamburkan uang. Beri contoh dan tunjukkan pada sang buah hati seperti apa kebiasaan menabung yang baik.

Saturday, February 11, 2012

5 Cara Salah Mendidik Anak

anak terbebaniMenjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.

Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.

Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).

Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.

Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.

Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.

Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.

Tuesday, February 7, 2012

Hukuman Fisik Membuat Anak Lebih Agresif

Memukul anak berefek negatifMemberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.

Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.

Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.

"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.

Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.

Tuesday, January 31, 2012

Manjakan Anak Rugikan Anda Sendiri!

Beri uang saku berlebihanSemua orang tua tentunya ingin membahagiakan dan membuat anak mereka senang. Namun, jika itu dilakukan dengan berlebihan hingga memanjakan anak, maka efeknya tidak akan baik bahkan merugikan Anda sendiri!

Manjakan dengan uang
Ketika anak Anda memiliki rasa akan nilai uang, maka Anda akan kehilangan kesempatan mengajarkan mereka arti kehidupan dewasa kelak. Mereka tidak akan tahu pentingnya berbagai macam hal, misalnya, memberi, mendapatkan, menyimpan, merencanakan, dan mengeluarkan.

Bila ingin anak menjadi mandiri, independen, dan percaya akan kemampuan dirinya, maka Anda harus menyadari bahwa segala sesuatu tidak mudah di dapatkan. Biarkan anak mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan kemampuan mereka sendiri, bagaimana mereka menabung uang dan membeli barang kesukaanya.

Manjakan dengan TV
Anak yang banyak menonton program televisi namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi.

Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.

Agar tidak terjadi hal tersebut, sebaiknya lakukan pendampingan aktif selama anak menonton program televisi. Memilih program televisi yang paling sesuai untuk usia anak.

Sebaiknya televisi diletakkan di ruang tengah sehingga orangtua atau orang lain dapat dengan mudah mengetahui acara apa yang ditonton oleh anak-anak. Dalam kesempatan itu orang tua bisa berdiskusi tentang acara dan tokoh positif yang ada di televisi.

Jadi, masih mau manjakan anak anda?

Thursday, January 26, 2012

Hati-Hati, Rayuan Remaja Pria Pudarkan Pesona Keperawanan

Rayuan Remaja PriaMelindungi buah hati tercinta dari ancaman hubungan seksual dini memang bukan perkara mudah. Karenanya, memberikan perlindungan khusus pada mereka menjadi tindakan preventif yang perlu dilakukan.

Ancaman remaja yang melakukan hubungan seksual pada usia dini memang menjadi momok tersendiri bagi para orangtua. Apalagi berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2010, pria dan wanita pertama kali berhubungan seksual pada usia 10-24 tahun. Dan sebagian besar kasus tersebut terjadi karena modal rayuan remaja pria yang mengiming-imingi buah hati Anda.

Tentu ini sebuah ancaman yang serius bagi masa depan Anda yang memiliki buah hati remaja wanita. Apalagi, rata-rata mereka yang melakukan hubungan di usia dini mengaku bercinta pertama kali tanpa menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom. Karenanya, bukan hanya biologis buah hati yang terancam tapi juga masa depannya.

Rayuan Remaja Pria Pudarkan Pesona Keperawanan


“Berbeda dengan konsep 3M (men, money, mobile) remaja putra modalnya hanya rayuan gombal untuk bisa memerawani anak orang,” tegas Baby Jim Aditya MPsi MCH CHt, aktivis untuk AIDS pada seminar “Getting To Zero 2015: Melindungi Keluarga dan Perempuan Indonesia dari Infeksi HIV/AIDS, Sanggupkah?” di Candi Singasari, Hotel Sahid, Jakarta, baru-baru ini.

Parahnya, selain memanfaatkan kepuasan biologis dari remaja wanita, para remaja putra yang umumnya memiliki uang saku yang pas-pasan pemberian orangtua cenderung memanfaatkan keberadaan kekasihnya tersebut untuk memuaskan dirinya.

Guna menghindari permasalahan ini, remaja putri pun disarankan menghadapinya dengan tidak menanggapi permintaan kekasih tercinta yang dapat merugikan diri dan masa depannya.

“Alasan remaja putra pada kekasih biasanya mereka ingin menikahi wanita yang masih perawan, untuk itu diperlukan tes keperawanan. Nah, kalau sudah begini jadinya enggak perawan kan ceweknya?,” tutup ketua Partisan (Partisipasi Kemanusiaan) Club ini.

Monday, January 23, 2012

Di Bawah 3 Tahun, Anak Tak Disarankan Nonton TV

anak nonton TVBanyak orangtua mengganggap televisi bisa menjadi "teman" saat anak sendirian. Apalagi, anak-anak terlihat lebih tenang saat ditinggal menonton televisi. Akan tetapi, balita usia kurang dari tiga tahun sebenarnya tidak disarankan menonton televisi.

Mengacu pada penelitian-penelitian, ternyata tayangan televisi berdampak buruk pada kemampuan anak berkonsentrasi. "Ini kaitannya dengan kerja neurotransmiter yang berfungsi untuk meneruskan informasi ke sel-sel otak yang terganggu," kata Dra.Mayke Tedjasaputra, M.Psi, playterapist dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Selain itu, lanjut Mayke, televisi memberikan stimulus yang sangat kuat, baik melalui gerakan, warna, dan suara. "Kalau anak terbiasa nonton televisi, nantinya jika tidak mendapatkan stimulus yang sama kuatnya bagaimana ia bisa memperhatikan. Ini akan terasa dampaknya saat anak di usia sekolah," imbuhnya.

Anak balita yang dibiasakan menonton TV juga cenderung tidak bisa membedakan kapan waktu untuk menonton, bermain, atau tidur. Ditambahkan oleh Mayke, dampak negatif tersebut juga dirasakan pada anak yang dibiasakan bermain video games.

Selain pengaruh pada kemampuan kognitif anak, televisi juga bisa merusak kesehatan mata anak. "Otot-otot mata anak terutama yang berusia kurang dari 5 tahun masih lemah," imbuhnya.

Mayke menyarankan agar orangtua memberikan kegiatan lain pada anak sebagai pengganti waktu menonton TV. "Lebih baik anak dibacakan cerita atau diajak bermain daripada nonton TV," paparnya.

Untuk anak usia 3 tahun, Mayke menyarankan agar waktu menonton TV dibatasi hanya 30 menit setiap hari. "Bukannya acara tersebut jelek, tapi tetap sesuaikan dengan porsinya," ujarnya.

Mengenai program televisi khusus anak, Mayke berpendapat bahwa sebaiknya orangtua tetap mendampingi anak saat menonton televisi. "Jelaskan apa-apa yang terlihat di televisi, sehingga anak juga diajak berkomunikasi. Dari sini ia akan belajar mendengarkan, memperhatikan dan menyimak. Ini penting sebagai tonggak saat anak belajar," katanya.

Saturday, January 21, 2012

Kebiasaan buruk anak bisa berdampak buruk

Kebiasaan buruk anak bisa berdampak burukKebiasaan si kecil yang suka gigit kuku, isap jempol, putar-putar rambut atau memasukkan jari ke hidung ternyata dapat berdampak buruk.

Psikolog Yapina Widyawati SPsi MPsi dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya akan membantu Moms memahaminya!

Menurut Yapina, ada beragam faktor yang menjadi penyebab timbulnya perilaku tersebut, antara lain meniru (orangtua atau orang lain yang suka cemas atau khawatir, mudah panik), gugup, bosan, stres, cemas, tegang, bingung, takut, gelisah, merasa tertekan, tidak nyaman, untuk menghibur diri sendiri atau untuk membuat diri merasa nyaman.

- Jangan pandang sepele karena ia masih kecil dengan kebiasaan-kebiasaannya ya Moms. Karena bisa jadi ia akan terbiasa untuk menghindar dari masalahan dan cenderung melakukan kebiasaannya tersebut untuk membuatnya nyaman dan aman dari masalah yang ada di hadapannya.

- Perhatikan juga higienitas jari yang masuk ke dalam mulut melalui jari dan kukunya serta hidung. Selain bisa terjadi infeksi ibu jari, masalah gigi (overbite) atau malocclusion (kegagalan gigi di rahang atas dan bawah untuk bertemu dengan benar) atau cacingan. Jari di dalam hidung juga bisa membuat hidung iritasi.

- Jari-jari memutar bak helikopter bisa menjadi gangguan jika sudah melewati batas ia menarik dan mencambut rambutnya hingga tipis lalu botak. Si kecil yang suka menarik rambut mungkin memiliki trikotilomania, yaitu kondisi yang mengakibatkan hilangnya rambut.

- Kebiasaan buruk ini bisa memengaruhi hubungan sosial anak atau mengganggu fungsi sehari-hari, seperti diejek teman main atau teman sekolahnya.

Tip Hadapi Kebiasaan Buruk

- Buat si kecil nyaman dulu dengan mendekatinya dan membuatnya merasa nyaman, bisa dengan cara bermain atau mengajaknya melakukan kegiatan bersama.

- Selalu beri motivasi untuk mengurangi kegiatannya.

- Berikan reward kepadanya jika ia sudah bisa mengurangi atau bahkan bisa menghentikan kebiasaannya, misalnya memberi pujian, ciuman atau pelukan. Moms juga bisa memberi reward berupa stiker misalnya.

Monday, December 26, 2011

7 Cara Lindungi Gigi Anak

Seringkali para orangtua kurang peduli terhadap kondisi dan kesehatan gigi pada anak. Padahal seharusnya orangtua berperan aktif untuk menyikat gigi anak secara rutin sejak gigi pertama balita mereka tumbuh.

Meskipun kerusakan pada gigi sebagian besar dapat dicegah dengan perawatan yang baik, namun menurut American Academy of Pediatrics, penyakit akibat kerusakan gigi pada anak merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum dari anak usia 6 sampai 11 dan remaja usia 12 sampai 19.

Bahkan mereka menyebutkan bahwa kerusakan gigi merupakan lima kali lebih besar dari asma dan tujuh kali lebih besar dari demam pada anak. Setelah diketahui bahwa gigi anak bermasalah, barulah para orangtua mencari jalan untuk mengobatinya.

Padahal, akan lebih baik mencegah daripada mengobati? Berikut 7 cara untuk melindungi kesehatan gigi pada anak.

1. Mengenalkan perawatan gigi sejak dini

Kenalkanlah perawatan secara rutin seperti membersihkan gigi minimal 2 kali sehari disertai dengan berkumur.

2. Ajarkan anak cara menyikat gigi yang benar

Awal kemunculan gigi pada balita merupakan langkah awal para orangtua untuk mengenalkan metode pembersihan yang benar. Jika baru ada satu gigi, Anda dapat menggunakan kain kasa. Bahkan sebelum bayi Anda memiliki gigi, Anda dapat dengan lembut membersihkannya dengan waslap. Setelah ada gigi tambahan, ada baiknya Anda membeli sikat gigi bayi yang sangat lembut.

3. Hindari penggunaan botol susu

Cairan manis yang melekat pada bayi, menyediakan makanan bagi bakteri yang hidup di mulut. Bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat memicu kerusakan gigi. Jika memang sulit, Anda dapat memberikan air mineral setelah anak Anda meminum susu sebelum ia terlelap.

4. Batasi pemberian minuman manis

Kebanyakan anak memang menyukai rasa yang manis. Jus buah yang ditambahkan banyak gula pada dasarnya akan menyebabkan kerusakan pada bagian gigi depan jika diberikan secara sering.

5. Bijak terhadap pemberian empeng pada bayi

Penggunaan empeng ketika bayi akan tidur, biasanya banyak dipilih oleh para orangtua untuk mencegah rewel pada bayi. Namun tanpa disadari, sebenarnya menyedot terlalu kuat pada empeng dapat mempengaruhi garis gigi atas dan bawah, bahkan dapat mempengaruhi bentuk mulut.

6. Peduli terhadap obat sirup

Ketika anak terserang sakit, biasanya dokter memberikan resep obat yang memiliki rasa manis, seperti obat berbentuk sirup. Hal itu tidaklah salah, untuk memudahkan anak mau mengkonsumsi obat. Namun, para orang tua seharusnya peduli terhadap hal tersebut, obat sirup yang terlalu manis jika dibiarkan menempel pada gigi, beresiko pada kerusakan gigi. Untuk pencegahan, berilah air mineral yang banyak setelah anak Anda mengkonsumsi obat sirup.

7. Berikan sikat gigi yang mereka sukai

Anda dapat mengajak anak untuk membeli sikat gigi beserta pasta gigi bersama di supermarket. Dengan demikian mereka bebas memilih varian warna pata gigi yang berwarna-warni. Dengan harapan menyikat gigi adalah hal yang menyenangkan.

Saturday, November 26, 2011

Pertimbangan Kala si Kecil Ingin Pelihara Binatang

Pertimbangan Kala si Kecil Ingin Pelihara Binatang Ketika si kecil menginginkan hewan peliharaan, tentu Moms tak serta merta mengabulkan permintaannya bukan? Ada sederet pertimbangan yang harus dipikirkan.

Pertimbangan dibuat mulai dari usia si kecil yang harus bertanggung jawab merawat, jenis hewan, makanan, kebersihan dan sebagainya. Tenang Moms, ikuti saja tip berikut:

Anjing

Pertimbangan utama jika ingin memelihara anjing adalah pemilihan jenis anjing yang aman untuk anak-anak, serta luas tempat tinggalnya. Anjing Golden Retriever, Beagle, Collie termasuk cocok buat anak. Carilah informasi sebanyak-banyaknya seputar tipe anjing Anda.

- Kebersihan:

1. Selain menjaga kebersihan bulu anjing, perhatikan area telinga, mata, mulut, kaki dan sekitar anusnya. Sebaiknya mandikan setiap 2 minggu sekali. Memandikan anjing terlalu sering dapat mengakibatkan anjing lebih cepat bau dan bulu rontok. Gunakan sampo khusus anjing atau sabun bayi. Keringkan dengan hair dryer, tapi jangan gunakan yang panas. Akan lebih baik dengan blower. Jangan lupa memotong kukunya!

2. Sebaiknya bersihkan gigi setiap hari, bisa menggunakan sikat gigi bayi dan pasta gigi bayi, jadi aman jika tertelan. Perlu diketahui makanan kering dan air putih matang lebih baik diberikan agar tidak mudah terbentuk karang gigi.

3. Tempat makan dan minum lebih baik pilih dari stainless steel, agar mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan alergi.

- Kesehatan:

1. Berikan vaksin sejak anjing berumur 6 - 7 minggu dan diulang sesuai program vaksinasi. Anjing diharapkan mendapatkan vaksinasi lengkap saat berumur 4 bulan. Setelah itu, vaksinasi diulang setiap satu tahun. Pemberian obat cacing dianjurkan pertama kali saat berumur 1 bulan dan diulang setiap 3 - 4 bulan.

2. Jika anjing terlihat sakit, segera bawa ke dokter hewan terdekat. Biasanya, semakin besar ras anjing, semakin pendek umurnya. Rata-rata usia anjing: 10 – 11 tahun.

Kucing

- Kebersihan:

1. Jagalah kebersihan telinga, mata, hidung, mulut dan sekitar anusnya. Untuk kucing bulu panjang perlu perawatan ekstra.

2. Sebaiknya dimandikan setiap 2 minggu sekali, jangan terlalu sering memandikan kucing karena membuat kulitnya jadi kering.

3. Gunakan sampo khusus kucing, lalu gunakan handuk dan keringkan dengan blower.

4. Bersihkan kandangnya setiap hari, oleh karenanya kandang kucing yang baik adalah kandang yang mudah dibersihkan, aman dan nyaman buat kucing tinggal di dalamnya.

- Kesehatan:

1. Memberi makan kucing harus disesuaikan dengan umur dan panjang pendeknya bulu. Saat ini sudah tersedia berbagai makanan kucing untuk kondisi kesehatannya, umumnya di dalam kemasan sudah dicantumkan jumlah takarannya.

2. Bila kucing sakit, tempatkan kucing di tempat yang tenang, hangat dan jauh dari gangguan kucing lain. Perawatan kucing sakit harus sesuai petunjuk dokter hewan.

3. Vaksinasi sudah bisa diberikan saat kucing berumur 2 bulan dan disesuaikan dengan program vaksinasinya. Untuk obat cacing bisa diberikan saat kucing sudah berumur 1 bulan dan diulang setiap 3 - 4 bulan.

Kelinci

Umumnya kelinci mampu bertahan hidup 7 -10 tahun. Nah supaya kelinci dapat bertahan hidup sampai usia tersebut, diperlukan kesiapan merawat kelinci dengan baik dan benar.

- Kebersihan:

1. Meskipun kelinci di alam liarnya termasuk hewan yang tidak suka mandi. Tapi kelinci dapat dibiasakan mandi sejak umur > 3 bulan, dengan air hangat dan sampo bayi atau khusus kelinci. Dilakukan setiap 1 - 2 bulan sekali.

2. Bersihkan kandang kelinci setiap hari. Kandang kelinci yang baik terbuat dari bambu, aluminium, besi anti karat. Sebenarnya apapun jenis bahannya, yang penting harus dijaga kebersihannya.

- Kesehatan:

1. Kelinci termasuk hewan yang hampir tidak berhenti makan. Sebaiknya makanan selalu tersedia, seperti sayuran segar, pelet atau berbagai campuran biji dan sereal. Ada juga berupa sejenis rumput kering.

2. Saat ini banyak dijual vitamin dan obat penguat kelinci agar tidak mudah sakit. Namun ketika kelinci tiba-tiba sakit, berikan makanan baru dan segar. Lalu segera bawa ke dokter hewan terdekat.

Hamster

Hamster termasuk binatang pengerat, membuat lubang/liang dan selalu berusaha kabur. Jadi perlu disediakan kandang yang kuat, ada terowongan, ada roda hamster dan kandang untuk bersembunyi yang nyaman. Letakkan kandang di tempat yang aman dari gangguan hewan lain serta nyaman saat mereka tidur. Kandang juga harus rapat agar hamster tidak mudah kabur.

- Kebersihan

1. Bersihkan kandangnya setiap hari agar hamster selalu bersih dan tidak tumbuh jamur. Berhati-hatilah membersihkan kandangnya supaya hamster tidak stres.

2. Hamster sebenarnya binatang yang tidak perlu dimandikan dengan air dan sampo, tapi perlu diberikan serbuk pasir yang ditempatkan di dalam wadah untuk hamster mandi pasir.

- Kesehatan

1. Sebaiknya makanan hamster selalu tersedia setiap hari. Makanan hamster bisa berupa pelet atau campuran berbagai biji-bijian, dan saat ini banyak dijual di petshop.

2. Biasanya hamster jatuh sakit karena perawatan yang kurang baik, makanan busuk atau berjamur. Ganti segera pasir, serbuk kayu dan makanannya dengan yang baru. Obat biasanya diberikan dengan cara mencampur di minumannya. Usia hamster berkisar 2 - 3 tahun.

Thursday, October 20, 2011

Bayi Disarankan Tidur Bersama Ibu

Bayi Disarankan Tidur Bersama IbuBayi baru lahir sebaiknya terus menerus berada di sisi ibunya selama 24 jam, bahkan jika memungkinkan berada satu tempat tidur bersama ibunya.

Kontak yang erat antara ibu dan bayinya dalam beberapa jam pertama hidupnya bukan hanya meningkatkan keberhasilan menyusui tapi juga berdampak pada psikologi bayi.

Penelitian yang dimuat dalam Biological Pscyhiatry menunjukkan bayi berusia dua hari yang tidak tidur bersama ibunya menunjukkan tanda-tanda stres psikologis.

Dibandingkan dengan bayi yang memiliki kontak erat dengan sang ibu, bayi-bayi yang terpisah itu mengalami peningkatan aktivitas sistem saraf hingga sepertiganya, termasuk peningkatan detak jantung dan pernapasan. Selain itu hasil studi juga menunjukkan penurunan fase tidur REM (tidur nyenyak dan dalam).

Penurunan suhu tubuh yang terjadi pada bayi yang tidak tidur bersama ibunya itu menandakan adanya perubahan tidur. Para peneliti menjelaskan, gangguan yang terjadi di awal kehidupan bayi bisa berdampak pada perkembangannya kelak.

Di Indonesia, khususnya di Jabodetabek saat ini sudah banyak rumah sakit bersalin yang memberikan fasilitas rawat gabung (rooming-in) untuk ibu dan bayi yang baru dilahirkan. Bila bayi dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan intervensi medis, fasilitas ini sangat membantu keberhasilan ASI ekskulisif.

Monday, September 19, 2011

Jauhi Seks Bebas, Ajarkan Sejak Anak Bisa Bicara

Banyak orangtua tabu membicarakan materi seksualitas pada anak-anak mereka. Alhasil, anak terjerumus pada jalan yang keliru lantaran ingin menjawab rasa penasarannya.

Topik obrolan tentang seksualitas sepatutnya tidak ditutup-ditutupi dari anak-anak, ketika mereka mulai ingin tahu perubahan fisiknya. Sayang, tak sedikit orangtua melontarkan berjuta alasan untuk menghindari topik tersebut. Padahal, orangtua menjadi pusat informasi yang diharapkan bisa menjawab banyak pertanyaan anak.

"Ketika kecil dulu, apakah kita diajarkan seksualitas oleh orangtua? Mungkin tidak, karena mereka minim pengetahuan. Kita yang sekarang harus mengubah itu, ajarkan organ-organ seks dan reproduksi pada anak, bahwa manusia bukan seperti binantang yang asal melahirkan, tanpa memikirkan pendidikan anak. Orangtua harus belajar untuk punya ilmu seputar seks," kata Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan Ninuk Widyantoro usai konferensi pers Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights (APCRSHR) ke-6 di Ruang Pers BKKBN, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, belum lama ini.

Edukasi awal kepada anak adalah tentang nama organ seksualitas sejak mereka bisa bicara. Pemberian nama Mr P ataupun Miss V sebaiknya sesuai dengan istilah ilmiah yang digunakan pada materi-materi anatomi tubuh. "Yang bikin porno kan karena namanya diganti, tidak ada di buku ilmiah," tukasnya.

Semakin bertambah usia, materi yang diberikan bisa lebih variatif, misalnya menjaga kebersihan organ intim, cara sehat menggunakan toilet umum, dan sebagainya. Dan ketika dia mulai remaja, Anda bisa mulai memberikannya pengetahuan seputar haid dan mimpi basah.

"Kalau orangtua terbiasa membicarakan seks secara terbuka, akan tumbuh rasa percaya pada anak. Selanjutnya, kita akan lebih mudah membicarakan seks," ujarnya.

Jabarkan bahwa ketika sudah haid atau mimpi basah, berarti mereka sudah siap berketurunan. Orangtua harus pintar mengelola informasi kepada remaja, salah satunya untuk mencegah mereka dari seks bebas.

"Pacaran jangan berlebihan, misalnya, ketika mereka saling menempelkan alat kelamin, bukan tidak mungkin sperma menyemprot, lalu hamil. Mengatakan bahwa perbuatan itu dosa dilihat dari segi agama, tidaklah cukup. Agama harus dilengkapi dengan ilmu pengetahun, bukan karena dosa, lalu dibiarkan saja," tukasnya, berapi-api.

"Kebanyakan kasus kan begitu. Pengetahuan harus komplet, ngajarin AIDS, tapi enggak ngajarin seksualitas, ya enggak cukup," ujar wanita yang giat memberikan edukasi seks sejak 80-an ini.

Wednesday, September 7, 2011

Anak Aktif Bergerak, Pintar Matematika

Pintar dalam pelajaran matematika menjadi salah satu keuntungan seorang anak yang aktif bergerak. Dalam hal ini anak-anak yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Latihan reguler menambah kemampuan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan, yang biasanya hanya duduk diam, untuk bisa berpikir, membuat berbagai rencana, bahkan bisa berkembang dalam pelajaran matematika. Demikian temuan para peneliti di Georgia Health Sciences University.

Mengapa harus pelajaran matematika? Tidak dijelaskan mengapa, namun alasan utama adalah karena matematika adalah pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan pelajaran lain dan juga memerlukan konsentrasi lebih untuk mempelajarinya.

Para peneliti juga mengharapkan agar tidak hanya anak obesitas yang harus menjalani olahraga setiap hari, namun juga mereka yang bertubuh biasa-biasa saja. Penelitian tersebut didasarkan pada pengamatan terhadap 171 anak overweight usia 7 hingga 11 tahun.

Setelah melakukan olahraga setiap hari, terdapat perkembangan yang sangat signifikan dalam hal kebugaran dan keahlian dalam matematika. Menurut situs Pysch Central, setelah dilakukan scan MRI terhadap otak anak-anak itu, terdapat peningkatan aktivitas otak di korteks prefrontal, area yang biasa dipakai untuk berpikir.

Selain itu, IQ pun bertambah. Semakin sering mereka berolahraga, semakin tinggi IQ. Rata-rata terjadi kenaikan 3,8 poin untuk mereka yang berlatih 40 menit per hari setelah sekolah, selama tiga bulan.

Olahraga yang dilakukan bisa beragam: hula hoop, berlari, lompat tali, dan olahraga lainnya, termasuk juga berenang dan bersepeda.

Semua olahraga itu juga membuat rangsang otak lebih aktif. Semuanya dari pergerakan yang dilakukan yang kemudian membuat darah lebih lancar mengalir, sehingga suplai oksigen pun lancar juga.

Intinya, seorang anak tidak mungkin bisa bergerak jika otak tidak aktif. Untuk bisa aktif, dibutuhkan oksigen, dan seterusnya. Semuanya menjadi saling berhubungan. Karena itu, jika ada anak yang mengalami kelebihan berat badan, jangan biarkan mereka duduk diam. Ajaklah untuk bergerak sesering mungkin.

Monday, September 5, 2011

Gangguan Mental Bisa Dideteksi Sejak Dini

Masalah gangguan mental sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan skrining sejak dini, khususnya sejak masa kanak-kanak. Anak yang mengalami gejala seperti selalu merasa cemas wajib diskrining, untuk mencegah berkembangnya masalah mental yang berat di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Profesor Hans Ulrich Witten, selaku pemimpin penelitian dalam sebuah studi kesehatan mental di Eropa. Riset dilakukan selama tiga tahun, yang melibatkan lebih dari 500 juta orang di 30 negara. Hasil riset ini dipublikasikan dalam journal European Psychopharmacology.

Diperkirakan bahwa 38,2 persen atau 165 juta orang di Eropa menderita gangguan mental dan kecemasan pada semua kelompok umur. Pada anak-anak bentuk gangguan mental bisa berupa gangguan pola makan, sementara demensia atau kepikunan lebih sering terjadi pada orang tua.

Witten mengatakan, angka kejadian depresi naik dua kali lipat sejak tahun 1970-an. Depresi umumnya terjadi ketika seseorang menginjak usia 20-an, setelah mereka melewati masa remaja dan mulai merasa tidak aman dengan dunianya.

Gangguan kecemasan mempengaruhi 14 persen dari populasi. Melakukan skrining sejak dini menurut Witten sangat efektif dalam mengurangi perkembangan ke arah depresi sebesar 60 persen.

Menurut Witten, perempuan berusia 25-40 tahun, tiga sampai empat kali lebih berisiko menderita depresi. "Ada tingkat depresi yang sangat tinggi ketika wanita memiliki bayi, membesarkan anak-anak ditambah dengan pekerjaan dan keluarga," katanya.

Sementara itu profesor David Nutt, Kepala Departemen Neuropsychopharmacology di Imperial College, London, mengatakan, "Jika Anda bisa mendeteksinya sejak awal, Anda dapat mengubah arah penyakit sehingga tidak berujung pada ke cacatan," tandasnya.

Gangguan kecemasan juga menjadi alarm adanya penyakit degenerasi yang menyerang saraf seperti parkinson. "Terapi perilaku kognitif sangat efektif mencegah berkembangnya gangguan kecemasan. Dengan 10-20 sesi manfaatnya bisa berlangsung dalam jangka panjang," katanya.

Friday, August 26, 2011

Antibiotik dan Kekebalan Tubuh Anak

Ulasan mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional untuk anak sudah sering dibahas. Tetapi efek samping yang baru diketahui hanyalah sebatas efek resistensi kuman. Padahal, penggunaan antibiotik secara berlebihan dapat memicu timbulnya penyakit kronik.



"Penggunaan antibiotik yang tidak rasional diduga menjadi pemicu banyaknya kasus penyakit obesitas, diabetes tipe 1, alergi dan asma, yang kini jumlahnya naik dua kali lipat," kata Martin Blaser, profesor mikrobiologi dari New York University Langone Medical Center, AS.



Manusia juga sering disebut meta-organisme, karena banyaknya jumlah dan volume mikroba yang hidup dalam tubuh kita. Mereka hidup di usus, kulit, bahkan pusar.



Penelitian menunjukkan mikroba tersebut banyak yang memberi manfaat kesehatan, misalnya membantu tubuh mendapatkan vitamin K, energi, dan mencegah timbulnya penyakit autoimun.



Sementara itu antibiotik yang berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan), berarti suatu zat yang bisa membunuh dan melemahkan suatu makhluk hidup, yakni mikro-organisme seperti bakteri, parasit, atau jamur. Namun ia tidak membunuh virus.



Antibiotik memang obat ajaib dan ia telah berjasa meningkatkan usia harapan hidup manusia. Sayangnya dokter kerap dengan mudahnya meresepkan antibiotik, termasuk untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus.



Blasser yang puluhan tahun meneliti bakteri menemukan, penggunaan antibiotik yang tidak rasional memberi dampak lebih besar tapi kurang disadari, yakni mengubah komunitas mikroba dalam tubuh.



Dugaan itu diperkuat oleh penelitian tahun 2010 yang menemukan antiotik menyebabkan perubahan populasi mikroba di usus secara drastis dan tidak akan pernah bisa kembali menjadi normal. Riset lain menunjukkan antibiotik menyebabkan timbulnya bakteri super dalam tubuh yang bisa bertahan sampai 3 tahun.



Menurut Blesser, di abad 21 ini, bakteri yang selama ini sudah hidup di usus manusia ribuan tahun lalu kini jumlahnya kurang dari 6 persen. Penelitian itu dilakukan pada anak-anak di negara maju seperti AS, Swedia dan Jerman.



Penelitian menunjukkan penggunaan amoxilin, bisa menghilangkan 20-50 persen bakteri H.pylori. Efeknya, kanker usus kini jarang ditemukan. Tetapi penyakit seperti kanker esofagus dan refluks meningkat drastis.



"Hal itu ada kaitannya dengan berkurangnya bakteri H.pylori yang sebenarnya melindungi esofagus. Terganggunya keseimbangan bakteri ini juga menyebabkan seseorang lebih mudah terkena asma dan alergi," katanya.



Wanita yang lahir di tahun 1940-an populasi bakteri di tubuhnya masih normal karena pada saat itu baru dikenal dua jenis antibiotik. Jika mereka punya anak perempuan, kemungkinan jumlah bakteri baiknya sedikit berkurang, namun pada cucu dan cicitnya, jumlahnya semakin berkurang lagi.



"Setiap generasi memiliki jumlah bakteri yang makin sedikit. Saya tidak menyarankan agar bersikap anti pada antibiotik tetapi dokter seharusnya bersikap bijaksana dengan melihat manfaat dan kerugian dari peresepan antibiotik," katanya.

Tuesday, August 16, 2011

Kenapa Tidur Diayun Lebih Nyenyak?

Ingin tidur siang Anda lebih berkualitas? Cobalah untuk berbaring di tempat tidur gantung yang diayun. Penelitian mengungkapkan, ayunan lembut saat tidur dapat mempengaruhi gelombang otak, sehingga membuat Anda bisa cepat tertidur lelap.



Hasil penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology edisi 21 Juni ini menjelaskan mengapa semua orang dewasa dan bayi lebih cepat tertidur saat mereka diayun. Hal ini juga memberikan manfaat bagi mereka yang hanya sekedar tidur siang, karena terbukti dapat membuat otak lebih segar.



Dalam risetnya, para ahli dari University of Geneva meneliti 12 relawan pria. Setiap relawan datang ke laboratorium pada dua waktu yang berbeda, masing-masing untuk tidur selama 45 menit di tempat tidur ayun khusus. Kala tertidur, aktivitas otak mereka dipantau dengan alat electroencephalogram (EEG), yang menggunakan elektroda pada kulit untuk dapat merasakan aktivitas listrik di otak.



Hasil penelitian menunjukkan, semua relawan tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak ketika diayun di tempat tidur. Sementara ketika tempat tidur tak diayun, mereka menghabiskan sekitar setengah dari waktu tidur mereka pada fase awal tidur ringan yang dikenal sebagai fase N1. Ketika tempat tidur ayunkan, tahap N1 hanya memakan waktu sekitar 30 persen dari waktu tidur. Fase N2, atau fase tidur agak lebih dalam, meningkat sekitar 10 persen ketika tempat tidur diayun.



Ayunan saat tidur juga mengubah pola aktivitas otak yang dikenal sebagai spindle sleep. Spindle adalah setengah detik semburan energi listrik yang terjadi selama fase N2. Ketika tidurnya tak diayun, peserta memiliki rata-rata spindle yang cukup konstan selama tidur siang. Namun ketika tempat tidur mereka diayun, peserta menunjukkan peningkatan tajam dalam jumlah spindle selama tidur siang mereka.



Penelitian lain 2011 diterbitkan dalam jurnal Current Biology menemukan bahwa jumlah spindle yang besar selama tidur siang terkait dengan penyegaran mental yang lebih baik setelah tidur siang.



Para peneliti belum dapat memastikan apakah ayunan juga membuat tidur malam lebih nyenyak. Mereka berharap bahwa penelitian dapat membantu dalam pengobatan untuk insomnia.



Monday, August 15, 2011

Usia Tepat Ajari Anak Menyikat Gigi

Keengganan anak untuk menyikat gigi sehabis makan, dapat membuat sisa makanan menempel. Sisa makanan menjadi busuk dan mampu menyebabkan gigi berlubang atau karies.



Langkah jitu agar anak sadar pentingnya kesehatan gigi dan mulutnya ialah mengajarinya sejak dini.



"Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam dapat membantu mengurangi risiko gigi berlubang. Begitu gigi anak tumbuh, Moms bisa mengajari anak menyikat gigi dengan cara yang menyenangkan," sahut drg Zaura Anggraeni MDS, Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI pada acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional”, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2011).



Ditambahkan drg Zaura, selain kebiasaan menyikat gigi, sebaiknya orangtua memeriksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.



"Umumnya anak-anak senang dengan makanan yang manis. Agar gigi anak bebas karies, orangtua harus mengurangi asupan makanan yang manis-manis dan lengket," tandasnya.

Sunday, August 7, 2011

Jika Usia 2 Tahun Anak Terlambat Bicara

Perkembangan setiap anak umumnya berbeda antara satu dengan yang lain. Ada anak yang mahir berjalan lebih dulu tapi belum bisa mengucapkan kata-kata, ada pula anak yang ceriwis bukan main tetapi belum mampu berjalan. Untuk meningkatkan keterampilan bicara anak diperlukan stimulasi dari orangtua.



Ada banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa seorang anak terlambat bicara dibanding teman-temannya. Yang penting bagi para orangtua adalah mengetahui tahapan perkembangan bicara anak.



Menurut, dr. Vimaladewi Lukito, Sp.A, Tirtayu Healing Center Jakarta, anak usia setahun biasanya sudah bisa mengucapkan beberapa kata. "Waspada bila usia setahun anak belum bisa mengucapkan satu kata, sedangkan pada usia dua tahun periksakan anak bila ia belum bisa bicara 6 kata," katanya.



“Dua tahun lebih belum bisa 'papa' 'mama' sudah harus di skrining, untuk mengetahui kelainan. Segera bawa ke dokter anak untuk di skrining atau dilihat apakah ada gangguan yang lain,” katanya dalam acara seminar Perkembangan Anak, Sabtu (6/8).



Anak dua tahun yang belum bisa bicara sama sekali, menurut dia adalah keadaan yang tidak normal. Bahkan menurutnya ada kemungkinan risiko anak berkembang ke arah autis atau gangguan perkembangan lain. Apalagi jika anak tampak lebih senang main sendiri dan menunjukkan gejala-gejala ke arah autis.



Namun untuk memastikannya, orang tua dihimbau melakukan konsultasi dengan dokter anak. “Harus dilihat gejala lainnya, bukan cuma karena nggak bisa ngomong lalu dibilang autis atau suka menyendiri terus dibilang autis,” ucapnya.



Menurut Vimaladewi, hampir sebagian besar penderita autis akan mengalami gangguan komunikasi, gangguan bicara dan bahasa. Tapi penderita gangguan bicara belum tentu mengalami gangguan autis.



Masalah anak terlambat bicara lanjutnya, juga bisa disebabkan adanya gangguan oral motor. Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Pada anak yang oral motornya lemah, membuat anak menjadi susah untuk bicara, dan kalau pun bisa, bicaranya tidak akan jelas.



“Makin lemah gerakan oral, makin berhubungan dengan kemampuan bicara. Pada anak-anak yang gerakan oral motornya buruk sebelum usia dua tahun, akan sulit untuk bicara. Hal ini mengisyaratkan bahwa kemampuan oral motor yang baik diperlukan untuk mendukung kemampuan berbicara anak,” tandasnya.

Pemeriksaan keterampilan bicara anak bisa dilakukan pada dokter anak untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pendengaran atau fungsi sekitar mulut.



“Biasanya dari dokter anak akan lakukan skrining secara kasar. Setelah dari dokter anak, apabila ditemukan ada gangguan, maka akan dirujuk ke ahli tumbuh kembang anak. Dari ahli tumbuh kembang anak baru ke rehab medik dan terapi wicara,” ucapnya.



Kemampuan bicara anak juga perlu ditingkatkan dengan stimulasi terus menerus di rumah berdasarkan rekomendasi dari dokter.

Strategi Hadapi Anak 'Picky Eater'

Sebagian besar orang tua khususnya para ibu mungkin pernah mengalami saat-saat sulit dimana anak mereka tak mau makan atau hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu. Kesulitan makan pada balita atau biasa disebut picky eater merupakan hal yang lazim terjadi ketika anak mulai beralih mengonsumsi makan makanan cair ke padat.



Menurut dr. Vimaladewi Lukito Sp.A, spesialis anak dari Tirtayu Healing Center, picky eater adalah kelainan murni yang umumnya terjadi pada anak. Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai di bawah 6 tahun.



Untuk menghadapi anak yang picky eater, hal terpenting yang harus dilakukan khususnya para orang tua adalah pendekatan dalam cara memberikan makanan kepada anak.



"Itu yang harus disadari oleh orang tua. Orang tua harus tahu kenapa anaknya picky eater dan tidak mau makan makanan padat," katanya, Sabtu, (6/8/2011), di Jakarta.



Seorang ibu, kata Vimaladewi, harus mengerti bahwa setelah anak berumur di atas 1 tahun, susu bukan lagi menjadi sumber kalori utama. Sehingga anak harus beralih ke makan makanan yang padat.



Menurutnya, ketika anak mulai belajar makan makanan padat, anak akan sering meludahkan atau melepehkan makanan. Pada saat seperti inilah para orang tua biasanya akan berpikir bahwa anak tidak suka. "Padahal reaksi seperti itu bukan berarti anak tidak suka. Anak sedang mulai belajar persepsi, merasakan jenis konsistensi makan yang baru," ujarnya.



Dalam menghadapi anak picky eater yang diperlukan adalah kesabaran dari orang tua dalam memberikan anak makan. Jangan menargetkan atau memaksa anak Anda untuk menghabiskan makanan jika memang anak sudah tidak lagi mau makan. Orang tua sebaiknya melakukan secara bertahap, dan lakukan pengenalan satu rasa makanan yang sama pada anak.



Jangan pernah membuat anak bingung dalam mengenali apa yang dia makan. Misalnya, ketika sarapan pagi diberi rasa buah-buahan, siang rasa daging, setelah itu sayur-sayuran. “Kenali satu rasa dulu. Lakukan selama seminggu berturut-turut seperti itu. Setelah anak sudah bisa menerima rasa itu, baru cobalah kenalkan dengan rasa yang lain,” jelasnya.



Vimaladewi mengatakan, kalau picky eater tidak segera ditangani sejak awal, maka anak akan menjadi sulit makan ke depannya. Sehingga bukan tidak mungkin anak akan mengalami kekurangan gizi. Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami picky eater, misalnya saja: bentuk makanan tidak menarik, monoton (tidak ada variasi), suasana di rumah tidak kondusif dan kurang perhatian orang tua (sibuk).



Faktor psikologis memiliki peran penting pada anak picky eater. Oleh karena itu, butuh team work dalam seluruh keluarga mulai dari kakek-nenek, orangtua dan pengasuh, dengan satu tujuan supaya anak tidak picky eater.



"Ketika kita mengajarkannya sambil main dan dalam keadaan yang senang, dia menganggap itu sebagai pola yang menyenangkan. Atau anak melihat orang tuanya sendiri ikut makan, itu akan membuat anak lebih gampang untuk makan-makanan padat," tandasnya.



Vimaladewi mengingatkan, apa yang dimakan anak harus sama dengan apa yang di makan oleh keluarga. Misalnya, kalau anak disuruh makan sayur-sayuran, tapi orang tuanya tidak pernah mencontohkan makan sayuran, makan anak tidak akan pernah mau makan sayuran, begitu pula sebaliknya.