Tuesday, December 13, 2011

"Pakai Produk Pemutih, Jangan Asal Termakan Iklan"

Pakai Produk PemutihDefenisi cantik di Indonesia telah bergeser menjadi wanita berkulit putih layaknya wanita Jepang. Padahal, kulit cokelat yang dimiliki wanita Indonesia lebih bagus dalam melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.

Tingginya permintaan menyebabkan produk pemutih kulit ke Indonesia semakin mewabah. Wanita Indonesia ditengarai merasa kurang percaya diri dengan kulit cokelat yang mereka miliki.

dr Retno I.S. Tranggono, SpKK, cosmetodermatologist sekaligus pendiri PT Ristra Indolab memandang bahwa cara pemikiran tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal.

“Sudut pandang cantik harus berkulit putih sulit dihentikan. Manusia selalu melihat orang lain lebih baik darinya. Ketahuilah bahwa ‘rumput tetangga’ tak selalu lebih baik,” tuturnya ketika ditemui di The3House, Kuningan Village, Jakarta, belum lama ini.

Radiasi sinar UV yang terpapar ke Indonesia termasuk tinggi karena terletak di daerah beriklim tropis (tropical belt). Namun, kulit cokelat yang mendominasi penduduk di iklim tropis, termasuk Indonesia, mampu memberikan perlindungan bagi kulit lantaran kandungan melanin. Melanin merupakan zat warna yang terbentuk alami di bawah kulit yang berfungsi menangkal sinar UV.

“Masyarakat perlu diedukasi bahwa kulit kita cokelat, sudah bagus. Enggak usahlah berkulit putih, yang penting kulit bersih, sehat, dan indah,” tegasnya.

Wanita Indonesia disarankan melihat iklan produk pemutih kulit secara lebih kritis.

“Jangan asal termakan iklan. Masyarakat harus pintar dan kritis,” tutupnya.

No comments:

Post a Comment