Saturday, March 3, 2012

Pasangan Berbohong? Jangan Dulu Putuskan Cinta

Pasangan sedang marahanKebanyakan orang menganggap kejujuran menjadi sifat paling penting dalam sebuah hubungan. Tak heran ketika kebohongan pasangan menghampiri Anda, pertimbangan putus cinta pun menjadi keputusan yang ditempuh.

Jujur kepada pasangan dapat membangun kepercayaan dan mencegah rasa bersalah di kemudian hari. Sesekali berbohong dalam hubungan mungkin masih bisa ditoleransi namun ketika kebohongan sudah sering dilakukan Anda pun perlu menyelidikinya. Seperti dilansir dari Shine, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda pertimbangkan sebelum melangkah pada sebuah keputusan.

Apa yang membuat pasangan Anda berbohong?

Jika pasangan mengatakan dia membersihkan rumah ketika benar-benar hanya duduk menonton televisi sepanjang hari, artinya dia berbohong. Namun keadaannya akan berbeda ketika dia berbohong mengenai usia atau sudah pernah menikah sebelumnya. Jika dia melakukan kebohongan sebesar ini, Anda harus bertanya-tanya mengapa dia berusaha untuk menyembunyikannya. Jika dia berbohong tentang hal ini, kemungkinan besar dia bisa berbohong tentang hal lain juga? Ini merupakan pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri. Jika dia berbohong tentang sesuatu yang besar, Anda harus bertanya kepadanya mengapa dia merasa perlu berbohong tentang hal itu.

Apakah dia memberitahu Anda bahwa dia berbohong atau apakah Anda mencari tahu sendiri?

Kadang-kadang lebih baik untuk mendengar pasangan memberitahu Anda bahwa dia berbohong tentang sesuatu daripada mencari tahu atas kebohongan itu sendiri. Ini dapat menunjukkan bahwa dia merasa buruk dan bersalah karena telah membohongi Anda dan bahwa dia ingin memerbaikinya.

Apakah ini kebohongan pertamanya?

Jika ini adalah kebohongan pertamanya, mungkin sedikit lebih mudah untuk memaafkannya. Jika dia, bagaimanapun sudah pernah berbohong kepada Anda sebelumnya, kemungkinan besar Anda lebih skeptis untuk memaafkan dia. Anda akan bertanya-tanya, apakah dia hanya akan melakukan kebohongan kepada Anda lagi? Jika Anda terus-menerus khawatir tentang dia berbohong kepada Anda, hubungan Anda mungkin tidak akan menjadi baik dan bahagia.

Apakah Anda akan terobsesi pada kebohongan selamanya?

Jika Anda berpikir terobsesi pada kebohongan selamanya, ini tidak baik bagi Anda atau pasangan. Anda akan merasa gila pada diri sendiri karena berpikir tentang hal itu sepanjang waktu dan akan membuat pasangan merasa bersalah. Jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat, maka Anda harus melihat masa depan dan meninggalkan masa lalu.

Lima Kebiasaan Buruk dalam Hubungan Cinta

Hubungan dalam masalahTanpa disadari, berbagai kebiasaan buruk melatarbelakangi hubungan cinta yang Anda bina. Jika dibiarkan hal ini bisa mengganggu kelangsungan hubungan ke depannya. Sebelum itu terjadi pada Anda, ketahui beberapa kebiasan buruk yang sering dilakukan.

Kita semua sering mendengar kata-kata di saat menghadapi putus dengan pasangan. "Ini bukan salah kamu, tapi aku!" Ya, memang sudah tidak asing lagi dengan kata-kata itu. Tapi bagaimana jika itu benar-benar terjadi karena Anda yang telah menyebabkan hubungan dengannya berakhir, tanpa Anda menyadarinya?

Psikiater Rebecca Gladding MD sekaligus penulis buku “You are Not Your Brain: The 4-Step Solution for Changing Bad Habits, Ending Unhealthy Thinking, and Taking Control of Your Life” memberitahukan Anda lima kebiasaan buruk dalam hubungan yang tanpa disadari kita merusaknya dan bagaimana mengakhirinya, seperti dilansir Galtime.

Kebiasaan buruk pertama: Argumen yang tak berguna
Cara menghentikannya: Setop menilai dan fokus kembali


"Jika Anda merasa selalu menemukan masalah di mana menyebabkan argumen yang kurang berguna bagi Anda berdua, mulailah introspeksi diri kembali dan fokus terhadap apa tujuan hubungan Anda berdua.”

Kebiasaan buruk kedua: Membuat asumsi
Cara menghentikannya: Tanyakan langsung

"Kita semua pernah melakukan ini. Dia melakukan atau mengatakan sesuatu yang Anda anggap beda persepsi dan menimbulkan sebuah asumsi sendiri pada diri Anda. Langkah terbaik untuk mencegah kesalahpahaman dengan menanyakan secara langsung apa yang dia maksud dan itu akan memperjelas hubungan Anda.”

Kebiasaan buruk ketiga: Mencari tanpa henti
Cara menghentikannya: Tanyakan sekali (atau dua kali), dan kemudian melangkah maju

"Meskipun penting menanyakan bagaimana perasaannya atau apa yang dia pikirkan, namun ada batas untuk hal tersebut. Misalnya, jika Anda berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama untuk mendapatkan kepastian atau informasi lebih lanjut tentang peristiwa sebelumnya atau percakapan, ia mungkin mulai berpikir Anda tidak percaya padanya. Daripada bertanya tentang topik yang sama, lebih baik tanyakan pada yang ingin Anda tanyakan dan mulai melangkah maju.”

Kebiasaan buruk keempat: Memeriksa e-mail atau pesan singkatnya
Cara menghentikannya: Berbincang padanya mengenai kepercayaan

"Ini memang sangat menggoda dan semua orang pernah melakukannya. Namun, hal ini tidak dapat Anda lakukan untuk seterusnya karena ini akan memperburuk hubungan Anda berdua. Alangkah baiknya Anda langsung obrolkan mengenai ini untuk menyakinkan kepercayaan masing-masing.”

Kebiasaan buruk kelima: Berbincang mengenai percakapan serius melalui media elektronik
Cara menghentikannya: Tunggu mengatakannya melalui tatap muka

"Meskipun emoticon dalam media elektronik dapat membantu, membicarakan percakapan serius melalui e-mail atau teks adalah kesalahan besar. Bukan saja tidak dapat memberitahu nada bicara Anda, akan tetapi juga akan kehilangan kontak mata, bahasa tubuh, dan informasi penting lainnya. Sementara itu, telepon atau Skype mungkin menjadi alternatif dalam situasi mendesak, namun itu masih tidak sama dengan berada di ruangan yang sama dengannya.

Thursday, March 1, 2012

Trik Berpakaian untuk Si Tubuh Besar

AdeleKunci pakaian serasi adalah perhatian yang tepat pada proporsi. Semua orang pada dasarnya bisa tampil menarik sepanjang mengenali bentuk tubuh mereka — dan memilih padu-padan yang tepat.

Dengan begitu, meski tren yang beredar seakan-akan hanya tercipta bagi mereka yang bertubuh langsing, bukan berarti para wanita bertubuh besar tak bisa ikut bergaya. Dengan beberapa langkah mudah, Anda bisa menciptakan siluet tubuh yang lebih menarik.

1. Kenali bentuk tubuh

Pahami bentuk tubuh Anda. Setiap bentuk tubuh memiliki kecocokan masing-masing terhadap jenis pakaian. Apakah tubuh Anda berbentuk buah pir, oval, segitiga terbalik, atau lainnya? Mengetahui bentuk tubuh bisa memudahkan Anda ketika memilih pakaian terutama bawahan dan jaket.

2. Hindari busana longgar

Kesalahan paling umum wanita bertubuh besar adalah, mereka cenderung memilih pakaian longgar dan menyembunyikan bentuk tubuh. Mengenakan pakaian longgar seperti tenda justru membuat tubuh terlihat lebih besar. Pilih pakaian yang pas di tubuh tanpa terlihat terlalu sempit. Gunakan gaun yang memiliki potongan lekuk tubuh dan hindari gaun lurus atau menggelembung hanya membuat Anda terlihat semakin besar. Pilih gaun yang memiliki potongan di pinggang atau pinggul untuk memberi siluet melangsingkan.

3. Beri perhatian pada kelebihan Anda

Tunjukkan bagian yang menarik pada tubuh Anda. Leher, bahu, tangan atau kaki yang menjadi andalan tak ada salahnya diberi perhatian lebih. Memiliki tubuh besar bukan berarti Anda harus bersembunyi di balik kain yang longgar dan tidak berbentuk. Kenali bagian tubuh terbaik Anda dan jangan ragu untuk menampilkannya. Menggunakan pakaian yang menonjolkan kelebihan Anda akan menarik perhatian orang ke bagian tersebut. Namun jangan terlalu berlebihan dan terlalu terlihat mengumbar.

4. Modifikasi

Pakaian yang dibeli di toko belum tentu dapat membentuk tubuh Anda secara baik. Kunjungi penjahit langganan Anda untuk melakukan pengepasan. Dengan membuat pakaian Anda jatuh pas pada tubuh, tidak terlalu ketat atau longgar, Anda akan terlihat lebih menarik. Konsultasikan pada penjahit Anda atau lihat referensi mode. Jika memungkinkan, lalukan modifikasi dan tambahkan beberapa detail baru yang menarik pada pakaian Anda. Perubahan kecil ini akan berpengaruh besar jika dilakukan dengan tepat. Ingat kembali bentuk tubuh dan kelebihan tubuh Anda ketika akan melakukan modifikasi.

5. Warna & motif

Walau warna gelap seperti hitam bisa memberi kesan tubuh lebih langsing tapi hal tersebut bukan harga mati. Perhatikan warna kulit, rambut, dan mata ketika memilih warna pakaian yang sesuai untuk Anda. Jika ragu untuk mengenakan warna terang, kenakan pada satu bagian terlebih dahulu. Warna baju yang bisa membuat kulit Anda lebih cerah akan menambah kesan berbeda pada penampilan Anda. Jika ragu, selalu kombinasikan dengan warna gelap untuk memperoleh keseimbangan. Untuk yang senang dengan motif garis, hindari garis yang terlalu tebal dan horizontal. Motif ini berisiko membuat siluet terlihat lebih besar.

Motif yang terlalu besar atau terlalu banyak, kurang baik untuk wanita bertubuh besar. Gunakan motif kecil pada satu bagian, kombinasikan dengan warna gelap. Pelajari bagian mana yang tidak ingin Anda tonjolkan. Jangan mengenakan motif, terutama motif yang menarik perhatian pada bagian tersebut. Mengenakan motif besar dan banyak akan membuat siluet tubuh terlihat semakin besar. Untuk mewarnai penampilan, manfaatkan padu-padan aksesori, kalung, gelang, atau anting-anting yang sesuai dengan jenis pakaian. Jangan gunakan terlalu banyak aksesoris yang akan membuat Anda terlihat seperti ondel-ondel.

6. Jangan memaksakan diri

Selain hobi mengenakan pakaian longgar, sebagian pemilik tubuh besar juga sering terlihat memaksakan tubuhnya dengan pakaian yang lebih sempit. Akibatnya gumpalan-gumpalan lemak terlihat menyembul dari balik pakaian Anda. Tentu saja pemandangan tersebut kurang menyenangkan.

Cari pakaian yang pas namun tidak terlalu ketat membentuk tubuh. Bahan-bahan yang menempel tubuh seperti spandex atau lycra sebaiknya dihindari. Coba pakaian Anda sebelum membeli, pastikan tampilannya rapih membungkus tubuh tanpa mendorong lemak berlebih menonjol dari pakaian. Jika pada saat-saat spesial Anda perlu mengenakan pakaian yang agak ketat, sebaiknya gunakan bantuan korset untuk membantu membentuk tubuh. Memang awalnya tidak mudah mencari pakaian yang pas untuk tubuh, tapi lama-kelamaan setelah sering mencoba Anda akan mulai mengerti mana yang tepat untuk tubuh Anda.

7. Bermain dengan layer

Untuk menciptakan siluet tubuh lebih panjang, Anda bisa bermain dengan layer. Gunakan lapisan dalam misalnya kaus atau tank-top panjang yang tidak terlalu ketat, lalu padukan dengan lapisan luar misalnya jaket atau cardigan yang sedikit lebih pendek. Tank-top pendek atau blus pendek dipadu dengan cardigans sepinggul bisa membuat tubuh Anda terlihat lebih langsing. Pelajari bentuk tubuh Anda, jika ingin membentuk sedikit ilusi pinggang, kenakan ikat pinggang di luarnya. Jangan gunakan ikat pinggang terlalu ketat hingga mendorong lemak tubuh Anda muncul ke permukaan.

Penting diingat, jika akan menggunakan layer, hindari bahan-bahan tebal yang membuat siluet tubuh Anda terlihat lebih besar. Gunakan warna gelap untuk layer yang lebih panjang dan warna terang pada layer yang pendek untuk menciptakan siluet lebih ramping. Pastikan layer luar Anda pas pada tubuh dan tidak terlalu longgar.

Cara Perangi Kerut Wajah

Wajah bebas kerutBagi wanita, kerutan menjadi musih penting yang harus diperangi. Anda tertarik melakukannya? Ini dia beberapa cara yang dapat dilakukan.

Belum menemukan produk yang tepat untuk memerangi kerut di wajah? Jangan khawatir dulu. Beberapa cara alami dan mudah pun dapat Anda lakukan untuk memerlambat hadirnya kerutan.

Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa ketika kita sedang stres, neuropeptida (bahan kimia di ujung saraf kulit) yang dilepaskan ke kulit kita dapat membuat peradangan yang pada gilirannya dapat memercepat proses penuaan kulit dapat diminimalisir.

Para ahli kemudian mengatakan, bahwa ada cara yang supersantai untuk memerangi semua gangguan tersebut. Caranya, cobalah untuk memersiapkan diri agar senantiasa tampak berseri-seri. Redbook memberikan solusi mudahnya.

Atur nafas

Ketika kita sedang terburu-buru, tubuh kita mulai menjadi stres dan menyebabkan ganguan pada kulit. Untuk itu ambil nafas dan tahan sehingga dapat menghentikan sementara waktu ujung saraf yang menyebabkan neuropeptida terganggu,” kata Susan Blum MD, asisten professor klinik kedokteran dari Mount Sinai School of Medicine di New York.

Untuk memerlambat kehadiran stres yang memicu kerut, tarik nafas dalam-dalam sehingga udara mengembang diperut Anda. Kemudian buang nafas perlahan-lahan untuk meratakan itu. Ulangi beberapa kali untuk menenangkan diri.

Cuci wajah Anda usai bepergian

Dokter mengatakan, bahwa wanita sering melewatkan makan malam menjadi sebuah pengusir stres atau lelah secara alami. Namun sebaiknya ketika pulang ke rumah Anda jangan lupa untuk membersihkan wajah yang penuh sapuan make up agar kulit dapat kembali bernafas dengan tenang.

Cobalah latihan fisik yang menenangkan

Anda dapat mencoba yoga untuk menenangkan saraf Anda. Selain sehat, pikiran pun jadi lebih tenang. Lakukan yoga teratur selama 10 menit setiap lima kali dalam seminggu, maka berat badan pun dapat turun sekaligus mendamaikan pikiran yang akhirnya menjadikan kulit segar.

Lakukan pijat

Pijatan selama lima menit sekalipun dapat membuat wajah lebih kencang. Cara sederhananya mulailah pijatan tepat di bawah telinga dan gosok dengan gerakan memutar ke leher. Ulangi sebanyak lima kali. Selanjutnya, gunakan gerakan yang sama di bawah dagu sehingga dapat memijat tepat dibawah tulang rahang Anda hingga keluar ke telinga, lalu lanjut ke leher. Ulangi pula sebanyak lima kali.

Orang Tua Depresi Berdampak Buruk pada Perilaku Anak

depresiRiset terbaru menunjukkan, anak-anak yang tinggal bersama orang tua yang mengalami depresi berisiko lebih besar memiliki masalah emosional atau perilaku. Penelitian ini berbeda dengan riset-riset sebelumnya yang mengamati depresi pada ibu atau perempuan serta dampak negatifnya terhadap peluang memiliki anak.

Dalam riset terbaru ini, ilmuwan dari NYO School of Medicine mengkaji data lebih dari 7.200 keluarga di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan bahwa 25 persen anak-anak yang memiliki ibu dan ayah dengan gejala depresi cenderung memiliki masalah emosional atau perilaku. Terungkap pula bahwa sekitar 15 persen anak dari ayah mengalami gejala depresi, dan 20 persen anak dari ibu yang depresi mengalami masalah emosional dan perilaku.

Sementara itu, hanya sekitar 6 persen anak-anak yang orang tuanya tidak memiliki gejala depresi memiliki masalah emosional atau perilaku.

"Temuan ini menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk mengenali peran ayah dalam kehidupan anak-anak dan keluarga," kata penulis utama studi, Dr Michael Weitzman, seorang profesor pediatri.

Peneliti memperkirakan, ada sekitar 6 persen ayah dari anak-anak tersebut yang menunjukkan gejala depresi. Ada beberapa faktor memicu depresi pada ayah seperti kemiskinan, memiliki anak dengan kebutuhan khusus, hidup dengan istri atau pasangan yang depresi atau memiliki kondisi kesehatan yang buruk. Tetapi peneliti menduga faktor terbesar yang memicu depresi pada ayah adalah pengangguran. Ayah yang pengangguran 6,5 kali lebih berisiko mengalami depresi.

"Ayah memainkan peran sangat penting dalam kehidupan anak-anak dan keluarga, dan hal ini sering terlupakan dalam upaya kita untuk menolong anak-anak," kata Weitzman.

"Kami berharap, temuan ini berguna sebagai upaya untuk mengembangkan strategi dalam mengidentifikasi dan mengobati ayah dengan gejala depresi," tutupnya.

Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online pada 23 Februari 2012 dalam Maternal and Child Health Journal.