Showing posts with label Fitnes. Show all posts
Showing posts with label Fitnes. Show all posts

Monday, March 19, 2012

4 Strategi Cegah Cidera Saat Jogging

JoggingMelakukan jogging merupakan olahraga yang paling digemari oleh kebanyakan orang. Selain murah, jogging juga efektif dan terbaik untuk membakar lemak. Namun, tetap Anda harus perhatikan porsinya.

Jika dilakukan dengan tidak benar atau terus-menerus bisa menyebabkan cidera. Dilansir melalui Fit Sugar, Senin (19/3), terdapat 4 cara agar terhindar dari cedera saat melakukan jogging.

Kombinasikan jenis olahraga

Melakukan olahraga yang sama terus menerus memang membuat cepat bosan, dan berakibat menyebabkan cedera otot yang berlebihan. Variasikan dengan jarak, waktu dan kecepatan berlari Anda, serta kombinasikan antara jogging di tempat yang datar dengan daerah perbukitan.

Pemanasan

Sebelum memulai jogging, jangan lupa untuk melakukan pemanasan. Selain meringankan rasa sakit, pemanasan juga mampu meningkatkan fleksibilitas tubuh. Fokuskan pemanasan pada beberapa bagian tubuh, seperti panggul, paha belakang, punggung bawah dan bahu.

Gerakkan seluruh tubuh

Tak hanya sekedar membakar kalori, jogging juga membantu Anda membentuk tubuh lebih baik. Lakukan gerakan seluruh tubuh, seperti bagian lengan dan pusat tubuh Anda, sehingga otot tubuh pun menjadi lebih seimbang dan terhindar dari rasa sakit dan nyeri.

Istirahat Cukup

Penting bagi otot-otot tubuh Anda untuk mendapatkan waktu istirahat. Jadi, jangan lakukan olahraga secara berlebihan. Jika sudah berolahraga berat selama tiga hari berturut-turut, sebaiknya pada hari keempat Anda beristirahat, atau menggantinya dengan olahraga ringan, seperti yoga, jalan santai atau memijat.

Thursday, December 22, 2011

Semangat Olahraga Menurun Saat Remaja

Semangat Olahraga MenurunSemangat dalam melakukan aktivitas fisik ternyata merosot saat seorang remaja mulai memasuki perguruan tinggi. Tren ini akan terus berlanjut sampai seseorang memasuki usia dewasa. Dengan kata lain, makin bertambah usia makin malas lah mereka berolahraga.

Demikian kesimpulan yang didapat para peneliti dari McMaster University, Ontario, Kanada. Mereka melakukan wawancara terhadap 683 remaja Kanada berusia 12-15 tahun. Remaja tersebut diwawancarai dua kali dalam setahun selama periode 12 tahun sampai mereka berusia 24-27 tahun.

Hasil studi menunjukkan semangat berolahraga para remaja itu turun sekitar 24 persen saat mereka mulai kuliah. Penurunan terbesar terjadi pada laki-laki muda.

"Ini adalah periode kritis terkait aktivitas fisik selama transisi dari masa remaja akhir ke masa dewasa awal," kata peneliti utama studi tersebut, Matthew Kwan, dari Departemen Kedokteran Keluarga di Michael G. DeGroote Schoool.

Berbeda dengan remaja laki-laki temuan ini tidak menunjukkan ada perubahan penurunan aktifitas yang signifikan pada perempuan. Keseluruhan tingkat aktivitas fisik mereka hanya turun 1,7 persen.

Sayangnya tidak dijelaskan apa yang menjadi penyebab menurunnya keinginan para remaja untuk berolahraga.

Friday, December 9, 2011

Duduk Terlalu Lama Bikin Bokong Membesar

bokongSetiap jenis pekerjaan, baik di dalam maupun di luar ruangan, memiliki risiko masing-masing, khususnya bahaya kesehatan. Misalkan saja, bekerja di luar ruangan membuat kita berisiko lebih terpapar polusi, sedangkan di dalam ruangan, ada banyak bahaya kesehatan yang mengintai terutama karena terlalu lama duduk.

Sebelumnya, terlalu lama duduk dikaitkan dengan risiko lebih meninggal dini. Kini, ada penemuan baru yang mengungkap terlalu banyak duduk bisa membuat bokong kita lebih besar.

Diketahui, sel-sel tubuh akan memberikan reaksi buruk saat terbebani oleh berat tubuh kita untuk jangka waktu yang lama. Sebuah artikel di Inggris yang dimuat di Telegraph menjelaskan bagaimana para ilmuwan di Tel Aviv University menemukan bahwa tekanan ditempatkan pada pinggul dan pantat sambil duduk dapat menghasilkan lebih banyak lemak di daerah tersebut.

"Para peneliti menemukan bahwa sel-sel preadipocyte, prekursor sel-sel lemak, berubah menjadi sel lemak dan bahkan menghasilkan lebih banyak lemak saat dalam posisi beban peregangan mekani atau ketika kita duduk dan berbaring," kata para peneliti.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa bahkan orang-orang dengan pola makan sehat dan berolahraga teratur tetap bisa mendapatkan dampak negatif ini.

James Levin MD dari Mayo Clinic mengatakan ada banyak cara mudah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penumpukan lemak di pantat akibat terlalu banyak duduk. Misalkan sesekali berdiri dari bangku untuk meluruskan punggung untuk sekadar mengobrol atau menelepon. Atau, ambillah istirahat dan berjalan-jalanlah di sekitar area kantor atau naik-turun tangga.

Thursday, December 1, 2011

Rajin Olahraga Bikin Tidur Lebih Lelap

perempuan sedang berolah ragaBanyak orang sering mengalami gangguan tidur dan beberapa di antaranya terpaksa mengonsumsi obat-obatan tertentu. Tetapi, ada solusi alami yang mungkin dapat dipertimbangan oleh mereka yang mengalami masalah tidur, yakni melakoni olahraga secara teratur.

Riset terbaru menunjukkan, melakukan latihan atau aktivitas fisik secara teratur ternyata dapat membantu seseorang untuk tidur lebih nyenyak dan tetap bugar di siang hari.

Manfaat olahraga bagi perbaikan kualitas tidur ditunjukkan dalam penelitian yang digagas para ilmuwan dari Oregon State University Amerika Serikat. Riset ini tidaklah merekomendasikan bahwa olahraga secara langsung akan memperbaiki kualitas tidur seseorang, tetapi mungin akan penjelasan lain yang menghubungkan antara keduanya.

Matthew P. Buman, asisten profesor bidang olahraga dan kebugaran diArizona State University menilai, hasil penelitian ini sejalan dengan riset riset sebelumnya. "Secara umum, hubungan antara aktivitas fisik dan tidur sifatnya moderat," kata Buman.

Dalam risetnya, peneliti menggunakan pada data statistik survei kesehatan Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun 2005-2006. Para peneliti melibatkan lebih dari 2.600 relawan pria dan wanita berusia 18-85 tahun.

Dalam penelitian, semua relawan diinstruksikan mengenakan accelerometer - sebuah perangkat untuk mengukur aktivitas fisik - selama seminggu. Kemudian para relawan dibuatkan suatu panduan untuk melakukan latihan fisik selama 150 menit secara moderat dalam seminggu atau berlatih selama 75 menit dengan intensitas tinggi selama seminggu.

Hasilnya menunjukkan, mereka yang memenuhi pedoman latihan sebesar 65 persen cenderung tidak merasa ngantuk di siang, dan memiliki risiko lebih kecil mengalami kram saat tidur (65 persen) dan cenderung lebih rendah mengalami kesulitan berkonsentrasi saat lelah (45 persen).

Studi ini dipublikasikan dalam edisi Desember journal Mental Health and Physical Activity.

Beberapa peneliti berpikir bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan kualitas tidur dengan membantu mengurangi tingkat stres, kecemasan dan depresi.

"Ketika Anda membakar lebih banyak kalori melalui latihan, tubuh Anda akan lebih mudah tertidur. Studi lain bahkan menyebutkan manfaat lain dari olahraga untuk mengurangi berat badan, yang pada gilirannya membantu orang untuk tidur lebih baik," kata peneliti.

Monday, October 31, 2011

Katakan Tidak untuk Olahraga Jika...

Katakan Tidak untuk Olahraga Jika...Melakukan aktivitas olahraga pada intinya baik untuk kesehatan. Namun, disisi lain Anda juga harus mengetahui, kapan waktu yang tepat berolahraga dan kapan harus menghindarinya.

Para ahli mengatakan, ada saat-saat di mana seseorang disarankan hanya boleh duduk di rumah dan bersantai, tanpa harus melakukan latihan atau akitivitas fisik.

1. Jika Anda tidak sehat

Banyak dokter menganjurkan untuk menghindari pergi ke gym jika kondisi tubuh terasa kurang fit. Pasalnya, latihan (aktivitas) akan memberikan beban pada sistem kekebalan tubuh Anda dan memperpanjang periode pemulihan. Bila Anda merasa sakit, sebaiknya fokus pada pemulihan penyakit terlebih dahulu ketimbang harus melakukan rutinitas olahraga.

2. Jika Anda lelah dan stres

Ya, gym adalah tempat yang tepat untuk melepaskan stres, tapi kadang tubuh Anda mungkin hanya butuh istirahat. Berolahraga di bawah tekanan yang tinggi justru akan menyebabkan cedera.

3. Jika Anda terluka

Sekecil apa pun luka Anda, sebaiknya jangan melakukan aktivitas olahraga meski dalam intensitas yang kecil. Jika Anda bersikeras tetap melakukannya, maka bukan tidak mungkin akan menjadi masalah yang lebih serius.

4. Jika Anda mabuk

Alkohol memiliki efek dehidrasi dan tubuh Anda membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk kembali pada keadaan normal. Jika Anda masih dalam kondisi mabuk, hindari pergi ke gym dan isilah kembali tenaga Anda dengan sarapan yang sehat.

Thursday, October 20, 2011

Sekali Gemuk, Bakal Tetap Gemuk?

Seringkali kita dengar anjuran yang mengatakan, 'kalau ingin langsing maka lakukan diet dan olahraga secara teratur'. Namun suatu penelitian terbaru mengklaim, orang gemuk yang sedang berupaya menurunkan berat badan dengan cara diet atau berolahraga, akan mendapatkan semuanya kembali alias gemuk lagi dalam kurun waktu setahun.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan terhadap 25.000 relawan yang mengalami suatu kondisi di mana berat badannya bisa menurun tajam alias langsing, tetapi dalam kurun waktu tak lama kembali menjadi gemuk. Dalam istilah pelangsingan fenomena ini dikenal dengan istilah "diet yoyo".

Dalam risetnya, peneliti terus memantau sebanyak 5.362 pria dan wanita yang lahir pada tahun 1946 dan sisanya sebanyak 20.000 orang lahir pada tahun 1958, untuk mengukur berat badan, tekanan darah dan menilai gaya hidup mereka.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kedua kelompok tersebut mulai mendapatkan kenaikan berat badan pada tahun 1980 dan terus meningkat dalam beberapa tahun berikutnya.

Dr Rebecca Hardy, selaku pimpinan program, mengatakan, "setelah orang menjadi kelebihan berat badan, mereka akan cenderung terus bertambah gemuk dan hampir pasti tidak akan pernah kembali turun".

"Beberapa orang mungkin saja dapat menurunkan berat badan, tapi sangat sedikit yang dapat kembali kebentuk normal. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah mencegah agar orang itu tidak menjadi gemuk," lanjutnya.

Rebecca mengungkapkan, dengan adanya temuan ini bukan berarti bahwa pengaturan pola diet dan olahraga dianggap sebagai suatu yang sia-sia. Karena walau bagaimana pun juga, diet sehat dan olahraga tetap berperan penting dalam meningkatkan kebugaran dan menurunkan tekanan darah.

"Untuk pria, berat badan mereka akan naik terus sepanjang hidup. Sedangkan untuk perempuan, kenaikan berat badan cenderung lebih lambat dan semakin cepat ketika memasuki usia tiga puluhan," tutupnya.

Monday, October 3, 2011

Main Sepatu Roda, Yuk!

Semasa masih kecil, Anda pernah meluncur di jalan raya dengan menggunakan sepatu roda? Sekarang, bersama keluarga, tidak ada salahnya untuk melanjutkan hobi itu. Mungkin Anda dapat memanfaatkan car free day empat kali sebulan di Jakarta. Atau bisa juga bersepeda di sekitar rumah, jika jalan lumayan mulus.

Dulu sepatu roda terdiri atas dua roda di bagian belakang dan dua di depan, sehingga kerap disebuat quad skates. Sekarang, yang tren adalah in-line skates karena roda-rodanya tersusun dalam satu baris. Jumlah roda mulai dari dua hingga lima.

Menurut situs LiveStrong, bermain in-line skates memiliki banyak keuntungan kesehatan:

*Jantung menjadi sehat

Sebagai kegiatan aerobik bermain in-line skates meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. In-line skates membantu mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular, misalnya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.

*Membakar lebih banyak kalori

Latihan aerobik seperti in-line skates membakar lebih banyak kalori daripada latihan anaerobik, seperti angkat besi. Orang dengan berat badan 70 kg dapat membakar 913 kalori per satu jam bila bermain in-line skates. Bandingkan dengan 8 km dalam satu joging yang hanya membakar 584 kalori atau hanya 277 kalori untuk jalan sepanjang 5,5 km per jam.

*Keseimbangan dan koordinasi tubuh

In-line skates membantu memperbaiki keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga akan mencegah Anda mudah jatuh dan cedera. Banyak faktor yang berkontribusi pada keseimbangan dan koordinasi yang buruk, termasuk cedera pada persendian/ligamen/tendon/otot, usia yang menua, dan penyakit seperti artritis dan osteoporosis. Menambah in-line skates dalam program latihan akan menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih koordinasi.

Perhatian:

*Jika Anda belum pernah bermain sepatu roda sebelumnya atau memiliki kondisi medis seperti osteoporosis, artritis, diabetes, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu ke dokter sebelum bermain sepatu roda dengan niat untuk meningkatkan kebugaran.

*Hindari bermain di jalan raya sampai Anda sudah mahir. Cobalah bermain di taman yang jauh dari jalan raya atau di jalan depan rumah.

*Selalu cek kondisi sepatu roda sebelum dipakai. Pastikan rodanya tidak ada yang aus.

*Selalu memakai perlatan keselamatan, yakni helm serta pelindung siku dan lutut.

Friday, September 30, 2011

Melompat untuk Kuatkan Tulang

Melompat adalah bagian dari olah fisik yang ternyata banyak manfaatnya. Antara lain sistem saraf dikuatkan, tulang dipadatkan. Demikian juga tubuh bagian bawah. Tidak dibutuhkan peralatan untuk melakukan latihan ini. Sangat sederhana dan mudah dilakukan.

Satu-satunya cara mendapatkan dan memelihara tungkai yang kuat adalah sering menggunakannya. Di samping rajin berjalan kaki atau rutin latihan lari, latihan melompat juga berguna menguatkan kaki.

Latihan lompat katak adalah latihan yang cukup membebani tubuh. Karena itu, latihan ini tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki berat badan berlebih. Namun, bila Anda tak ada masalah dengan lutut, latihan melompat itu punya banyak manfaat. Bahkan, untuk Anda yang sudah berumur namun tak ada masalah dengan lutut, jangan ragu untuk melompat sedikit saja.

Latihan melompat bagus untuk memperkuat sistem saraf, membantu memadatkan tulang, dan memperbaiki reaksi refleks kita. Reaksi refleks yang lebih baik akan membantu kita tidak mudah jatuh.

Latihan lompat katak memfokuskan diri untuk menguatkan tenaga dan kekuatan di tubuh bagian bawah, khususnya otot kuadrisep (otot paha depan). Selain itu, melompat juga meningkatkan detak jantung dengan cepat. Karena itu, melompat bisa disebut latihan mini radio.

Mulailah latihan perlahan dan tambah repitis ketika Anda sudah cukup terbiasa dengan latihan ini. Lakukan dua set yang terdiri atas lima hingga 10 repetisi untuk setiap gerakan.

Untuk pemula, latihan bisa dimulai dengan hanya mengangkat kaki dari tanah. Jika sudah terlatih, lompat lebih tinggi dan tambah repetisinya.

1. Mulailah dengan memberi jarak antara dua kaki cukup lebar. Telapak kaki sedikit mengarah ke luar dan lengan menggantung di depan tubuh.

2. Sambil menjaga posisi bagian belakang bahu dan dada, jongkoklah dengan tujuan mendekatkan pantat ke lantai dan tangan sedekat mungkin dengan lantai sementara dada tegak.

3. Dari posisi ke-2, pindahkan berat badan ke telapak kaki bagian depan dan lompatlah ke udara sementara tangan mencapai langit-langit. Pastikan untuk mendarat dengan kaki bagian depan dan lutut menekuk. Jaga agar otot perut tetap kuat. Kemudian tubuh kembali ke posisi jongkok dengan pantat lebih dekat ke lantai. Ulangi lagi gerakan ini.

Thursday, September 29, 2011

Bangun Tidur Puncak Rasa Bahagia

Tahukah Anda, kebanyakan orang terbangun dengan mood yang bagus dan merasa lebih bahagia di pagi hari dibanding dengan waktu-waktu lainnya sepanjang hari? Puncak rasa bahagia itu terutama dialami orang di akhir pekan.

Hal tersebut tercermin dari banyaknya "kicauan" alias tweet orang di situs mikroblogging, twitter, yang bernada riang di pagi hari dan akhir pekan. Fenomena itu tampaknya berlangsung universal karena para peneliti menganalisa isi tweet dari 2,4 juta orang di 84 negara yang dikirimkan selama kurang lebih dua tahun.

Para peneliti dari Cornell University yang melakukan studi mengenai mood dan perilaku manusia itu menggunakan program komputer untuk mencari kata-kata dalam bahasa Inggris yang menyampaikan perasaan positif, seperti gembira, antusias, brilian, serta perasaan negatif seperti sedih, cemas, atau takut.

Apa yang mereka temukan? Orang-orang pada umumnya merasa bangun dengan perasaan lebih bahagia di akhir pekan. Selain itu diketahui pula bahwa puncak rasa positif muncul saat kita bangun tidur dan menjelang tengah malam. Akan tetapi sebelum siang, biasanya mood mulai turun kembali.

Mood yang turun di pertengahan pagi itu ternyata tidak berkait dengan kemacetan atau pekerjaan karena di akhir pekan orang-orang juga mengalaminya. Para peneliti menduga hal itu terjadi karena efek tidur dan ritme sirkadian tubuh.

Dalam penelitian ini para peneliti juga menganalisa tweet di Uni Emirat Arab, di mana Jumat dan Sabtu dianggap sebagai akhir pekan. Ternyata polanya hampir sama dengan pengguna Twitter di belahan dunia lain.

Friday, September 16, 2011

9 Saran dalam Berlatih Membentuk Otot

Hampir setiap pria mendambakan badan yang berisi, berotot dan proposional. Dengan bentuk badan seperti itu, mungkin akan membuat kaum Adam lebih percaya diri karena mereka terlihat lebih gagah dan menarik di mata perempuan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal itu, dan salah satu yang wajib adalah dengan berlatih membentuk otot dan berolahraga. Berikut ini adalah beberapa saran penting yang mungkin Anda perlukan saat memulai dan menjalani program latihan membentuk otot dan tubuh Anda :

1. Temukan latihan yang cocok

Pilih latihan yang cocok untuk anda. Latihan terbaik adalah dengan melibatkan rezim latihan yang direncanakan dan disesuaikan sesuai dengan tingkat kebugaran, kesehatan, dan kebutuhan Anda. Berkonsultasilah dengan istruktur kebugaran yang berpengalaman untuk menemukan bentuk latihan yang tepat dan efisien untuk Anda.

2. Bagi waktu latihan

Untuk mendapat hasil maksimal, penting untuk membagi waktu latihan. Bagi waktu latihan menjadi 3 sampai 4 sesi dan setiap sesi Anda fokus pada 2 sampai 3 kelompok otot. Dengan demikian, Anda dapat membebani otot Anda dengan benar. Ambil istirahat yang cukup setelah sesi ini.

3. Pantau frekuensi latihan

Terus melakukan latihan berat setiap hari selama 6-7 kali dalam seminggu tidak dianjurkan, terutama jika Anda ingin melakukan latihan kekuatan secara intens. Lakukan latihan maksimum 3-4 kali dalam seminggu. Beristirahatlah pada hari-hari yang tersisa. Anda bahkan dapat melakukan beberapa latihan aerobik atau olahraga rekreasi untuk mempertahankan aktivitas fisik.

4. Teknik harus benar

Pelaksanaan teknik yang tepat tidak hanya mencegah cedera, namun juga memungkinkan Anda untuk mengisolasi tindakan otot tertentu untuk mendapatkan hasil optimal. Setelah mempelajari teknik yang tepat, lakukan setiap gerakan dengan perlahan dan dengan cara yang terkendali. 5. Lakukan pernapasan yang benar

Banyak orang cenderung untuk menahan nafas mereka selama latihan. Hal ini menimbulkan tekanan internal yang dapat mempengaruhi fungsi pernafasan kardiovaskular dan menyebabkan cedera parah. Anda juga mungkin bisa pingsan saat latihan jika Anda tidak melakukan pernapasan dengan baik.

6. Ubah bentuk latihan

Anda perlu mengubah latihan setelah dan setiap 3-4 minggu. Ubahlah intensitas latihan Anda dengan melakukan latihan kekuatan otot lebih sering.

7. Cukup istirahat

Pastikan istirahat setiap selesai melakukan sesi latihan. Biasanya, otot akan pulih dan tumbuh selama periode istirahat. Istirahat perlu dilengkapi dengan tidur minimal 7-8 jam. Kurang waktu tidur dapat menggagalkan semua usaha Anda.

8. Pemanasan dan pendinginan

Lakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat. Pemanasan mempersiapkan tubuh untuk memulai latihan. Hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah untuk menargetkan kelompok otot. Pemanasan juga dapat meningkatkan suhu otot, sehingga akan memaksimalkan waktu latihan Anda. Pada akhir sesi latihan, lakukan pendinginan untuk membawa tubuh kembali ke keadaan istirahat. Dapat juga disertakan dengan melakukan latihan peregangan.

9. Diet tinggi protein

Diet harus selalu direncanakan sesuai dengan latihan Anda. Konsumsi nutrisi yang tepat turut memainkan peran besar dalam pembentukan otot. Penuhi kebutuhan kalori. Pasalnya, kurangnya kalori akan menyebabkan protein terpecah. Diet protein tinggi sangat penting dalam membangun otot.

Sunday, September 4, 2011

Ladies, Inilah 4 Mitos Seputar Fitnes

Olah Raga, termasuk yang dilakukan di pusat kebugaran atau fitnes, merupakan cara efektif untuk Anda tetap bugar. Sayangnya, banyak mitos berkembang di antara wanita yang gemar menghabiskan waktu di tempat fitnes.



Ingin tahu apa saja mitos tersebut? Genius Beauty membocorkannya untuk Anda.



1. Para dokter telah mengonfirmasi, tubuh yang berkeringat tidak menjamin latihan yang Anda lakukan efektif. Keringat adalah cara tubuh mendinginkan dirinya sendiri untuk mencegah jadi terlalu panas. Lalu, semakin banyak Anda berkeringat, maka semakin banyak pula cairan yang terbuang, namun lemak tetap.



2. Berolahraga tidak menjamin bisa membuat lingkar tubuh menyusut. Menurut ahli olahraga Simon Ruse, seluruh bagian tubuh tertutupi oleh lemak, tapi Anda bisa membangun otot. Cara paling signifikan untuk seseorang terlihat menyusut ialah menghilangkan total lemak dalam tubuhnya.



3. Wanita masih enggan melatih tubuhnya terlalu sering karena takut membuat tubuhnya tampak seperti binaragawan. Untuk diketahui, wanita tidak memiliki kadar testoteron sebanyak pria, dan itu yang mencegah wanita mampu membangun otot secara berlebihan.



4. Peregangan sebelum olahraga dapat mengurangi risiko cedera. Para ahli percaya bahwa lebih baik Anda menghabiskan waktu 15 menit untuk membuat tubuh cukup panas sebelum berlatih.

Friday, August 26, 2011

Jogging Lebih Cepat Kikis Lemak Perut

Timbunan lemak di perut bisa menjadi tanda gangguan metabolik yang mengarah pada penyakit diabetes dan jantung. Melakukan olahraga aerobik jauh lebih efektif untuk menyingkirkan lemak perut ketimbang olahraga angkat beban.



Dalam sebuah penelitian yang berlangsung selama 8 bulan, para peneliti membandingkan efektivitas olahraga aerobik seperti jogging dengan olahraga ketahanan seperti angkat beban, atau pun kombinasi keduanya untuk mengatasi lemak perut.



Penelitian dilakukan pada 196 orang kegemukan yang memiliki gaya hidup kurang aktif. Mereka berusia 18-70 tahun.



Partisipan dalam kelompok aerobik melakukan joging 12 mil setiap minggu dengan denyut jantung (heart rate) maksimum 80 persen. Sementara kelompok olahraga ketahanan melakukan tiga set latihan dengan pengulangan hitungan 8-12 tiga kali dalam seminggu.



Olahraga aerobik secara signifikan mengurangi lemak perut (visceral) dan lemak liver yang berbahaya bagi kesehatan. Jumlah kalori yang dibakar 67 persen lebih banyak.



Pada kelompok olahraga angkat berat manfaat itu tidak terlihat. Sementara itu kelompok olahraga kombinasi mendapat manfaat sama seperti kelompok aerobik saja.



"Olahraga ketahanan sangat baik untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot. Tetapi jika Anda kegemukan dan ingin menyingkirkan lemak perut, olahraga aerobik adalah pilihan terbaik karena membakar lebih banyak kalori," kata Cris Slentz, peneliti dari Duke University yang melakukan riset ini.

Friday, August 19, 2011

Bahaya Tidur Berlebihan

Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan "lawannya", yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.



Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.



Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?



Sleep apnea

Jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.



Narcolepsy

Masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.



Stres dan depresi

Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.



Kelelahan

Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.



Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?



Diabetes

Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.



Obesitas

Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.



Sakit jantung

Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.



Sakit kepala

Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.



Nyeri punggung

Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.



Kematian

Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).



Apa pilihan pengobatan untuk mengatasi oversleeping?



Tidur yang lama biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika gejala yang muncul menandakan adanya gangguan yang lebih serius. Pada kasus-kasus tersebut, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu. Masalah terbesar mereka yang punya kebiasaan tidur lama adalah menyesuaikan jadwal harian untuk waktu tidur. Jika tidak memenuhi kuantitas tidur yang dibutuhkan, mereka biasanya akan merasa kesal dan mengalami kelelahan pada keesokan harinya. Mereka juga menghadapi masalah dalam hubungan sosial.



Tips mengatasi oversleeping:



• Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan Anda ke realitas, bahkan dari tidur Anda yang paling dalam.



• Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah Anda terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm Anda.



• Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh Anda teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat Anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.



• Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan Anda mengalami oversleeping.

Monday, August 15, 2011

Olahraga 15 Menit Perpanjang Usia 3 Tahun

Satu lagi ditemukan manfaat dari olah raga bagi kesehatan. Sebuah riset di Taiwan baru-baru ini mengklaim, dengan berolahraga selama 15 menit dalam setiap hari ternyata dapat memperpanjang hidup Anda 3 (tiga) tahun menjadi lebih lama.



Menurut peneliti, selama ini kebanyakan orang berpatokan pada pedoman yang mengatakan olahraga harus dilakukan 30 menit dalam sehari dan lima hari dalam seminggu. Padahal, dengan menerapkan dosis latihan yang lebih rendah, akan lebih memotivasi seseorang untuk mau berolahraga.



Chi Pang Wen, pemimpin studi dari Lembaga Penelitian Kesehatan Nasional Taiwan mengatakan, mendedikasikan 15 menit sehari secara rutin untuk berolahraga seperti jalan cepat akan memberikan keuntungan bagi siapa pun.



"Ini untuk pria, wanita, perokok muda dan tua, orang sehat dan tidak sehat. Nasihat ini dapat diberikan oleh dokter kepada pasien tanpa harus melihat apakah dia wanita atau pria," katanya.



Wen dan rekan-rekan, yang menerbitkan temuannya dalam Medical Journal The Lancet, melibatkan 416.000 relawan yang diamati selama 13 tahun. Selama studi, catatan kesehatan dan laporan tingkat aktivitas fisik para relawan dianalisis.



Setelah memperhitungkan perbedaan dalam hal usia, berat badan, jenis kelamin dan berbagai indikator kesehatan yang berhubungan, peneliti menemukan bahwa dengan hanya 15 menit latihan sehari dapat meningkatkan harapan hidup seseorang tiga tahun lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif berlolahraga.



Olahraga rutin setiap hari juga terkait dengan risiko kejadian lebih rendah terkena kanker, dan mengurangi risiko kematian terkait kanker. "Cepat atau lambat, Anda akan mati. Tapi dibandingkan dengan kelompok aktif (berolahraga), kelompok yang jarang berolahraga punya risiko kematian akibat kanker 10 persen lebih tinggi," kata Wen.



Wen mengatakan, temuannya konsisten dengan penelitian serupa di masa lalu yang melibatkan relawan dari Kaukasia. Namun, ia mengklaim timnya sebagai penemu pertama yang dapat menunjukkan adanya hubungan manfaat berolahraga dengan waktu yang minim sekalipun.



"Tidak ada penelitian lain yang dapat menyimpulkan. Kita adalah orang pertama yang mengatakan bahwa olahraga selama 15 menit sudah cukup bermanfaat," katanya.



"Kami berharap penelitian ini akan membuatnya orang yang malas berolahraga menjadi lebih tertarik untuk berolahraga. Mereka dapat mengalokasikan 15 menit sehari, bukan 30 menit, yang tentu lebih sulit," pungkasnya.

Friday, August 12, 2011

Kerja Kantoran Bisa Merusak Otak?

Bekerja sebagai karyawan di kantor mungkin memberi kenyamanan bagi sebagian besar orang. Tetapi, tanpa disadari, bekerja di kantor ternyata tak selamanya menguntungkan.



Menurut sebuah studi terbaru, bekerja di kantor yang mengadopsi konsep modern dapat memperburuk kualitas otak dan menurunkan produktivitas. Kantor modern dengan suasana yang ramai ternyata dapat menurunkan kualitas kesejahteraan pekerja hingga 32 persen dan menurunkan produktivitas hingga 15 persen



Seperti yang terungkap dalam The Secret Life of Buildings, salah satu program yang ditayangkan di stasiun Channel 4, para ahli berpendapat bahwa konsep kantor tipe terbuka (open plan offices) yang banyak diadopsi saat ini justru merugikan karyawan. Kantor tipe seperti ini dapat memicu aktivitas yang tidak dikehendaki otak. Aktivitas yang "mengganggu" ini bisa muncul kapan saja saat karyawan menjalankan tugas.



Dalam acara televisi tersebut dibuktikan bagaimana karyawan yang bekerja di kantor tipe terbuka mengalami serangkaian gangguan/distraksi yang memecah konsentrasi. Presenter yang juga kritikus arsitektur Tom Dyckhoff menjalani sebuah tes dengan cara menggunakan topi khusus yang mengukur gelombang otak ketika ia bekerja di kantor tipe terbuka.



Kantor tipe open plan diperkenalkan pertama kalinya pada era 1950-an dan telah berkembang menjadi gaya perkantoran yang populer. Kantor ini didesain dengan harapan karyawan bisa bergerak dan berinteraksi secara bebas sehingga menjadi lebih kreatif dalam berpikir dan memecahkan masalah.



"Tetapi, buktinya tidak seperti itu. Jika Anda sedang bekerja dan mendengar suara telepon di belakang, hal itu membuat konsentrasi Anda buyar. Meski Anda tidak sadar pada saat itu, tetapi otak tetap memberikan respons terhadap distraksi," ungkap Dr Jack Lewis, ahli saraf yang menggagas tes tersebut.



Kantor-kantor bergaya modern, yang tidak mengizinkan dekorasi barang pribadi atau adanya tembok atau meja-meja, justru tidak membantu karyawan.



Dr Craig Knight, psikolog dari Exeter University, mengatakan, kebebasan yang diberikan kepada karyawan untuk mendekorasi atau merancang ruangannya secara pribadi dapat meningkatkan kinerjanya di kantor.



Perusahaan-perusahaan menyukai usulan memberikan ruang kecil untuk karyawan bekerja dan semuanya seragam tanpa adanya embel-embel yang tidak perlu.



"Namun, dalam percobaan yang kami lakukan, para karyawan memberi respons yang lebih baik pada ruang yang telah ditambahkan dengan gambar-gambar dan tanaman. Jika mereka diberi kebebasan untuk mendekorasi ruangannya dengan barang mereka sendiri, itu akan meningkatkan kesejahteraan mereka hingga 32 persen dan produktivitas hingga 15 persen," terang Knight.



Hal ini, lanjutnya, disebabkan karena mereka dapat melebur dengan lingkungan sekitarnya, merasa lebih nyaman, dan lebih berkonsentrasi.



Monday, August 8, 2011

Topang Payudara, Pakailah Sport Bra Saat Olahraga

Seorang ilmuwan mengatakan, sport bra harus dipakai gadis remaja sepanjang aktivitas berolahraga. Tujuannya, melindungi mereka dari insiden dan efek jangka panjang.



Dr Joanna Scurr mengatakan, pemakaian bra sehari-hari tidak cukup untuk menopang payudara, bahkan bisa memicu rasa nyeri dan payudara kendur. Ahli gerakan payudara ini menegaskan, sport bra harus menjadi item wajib ekstrakurikuler olahraga, sama pentingnya dengan pelindung lutut pada olahraga basket ataupun sepakbola.



Dia memeringatkan, banyak gadis remaja menderita nyeri selama sesi olahraga ketika pakaian dalam mereka tidak memberikan penopang yang cukup baik. “Ini adalah salah satu alasan banyak siswi tidak mau mengikuti ekstrakurikuler olahraga,” kata Dr Scurr dari Department of Exercise and Sports Science University of Portsmouth.



"Banyak gadis tidak memahami dampak memilih pakaian dalam yang tidak tepat. Penelitian kami menunjukkan bahwa bra yang benar mampu mengurangi gerakan payudara, rasa sakit yang ditimbulkan, serta mengurangi risiko payudara kendur,” jelasnya.



Memberikan gadis remaja informasi yang tepat sejak dini, menurutnya, dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap tubuhnya, bahkan mendorong ketertarikan mereka terhadap aktivitas fisik.



Dr Scurr telah melakukan sejumlah penelitian menggunakan sensor gerak. "Pada dasarnya, payudara bergerak mengikuti irama jogging. Itu mengapa mengenakan sport bra yang benar sangat penting, baik Anda berlari perlahan maupun lebih cepat," tambahnya.



"Eksperimen seperti ini menunjukkan dengan jelas bahwa payudara bergerak naik dan turun, juga bergerak dari sisi dalam ke sisi luar. Rasa nyeri dan ketidaknyamanan selama berolahraga tidak terkait dengan ukuran payudara. Seorang wanita dengan A-cup dapat terhindar dari rasa nyeri saat berolahraga, seperti halnya seorang wanita dengan payudara FF-cup,” jelasnya.

Tuesday, July 26, 2011

6 Alarm Tubuh Anda Perlu Tidur

Tidur sama pentingnya seperti makanan untuk kelangsungan hidup. Akan tetapi, yang lebih sering terjadi kita mengorbankan waktu tidur demi menyelesaikan pekerjaan atau bermain daripada melewati waktu makan.

Menurut Dr Mary Susan Esther, Presiden American Academy of Sleep Medicine, kekurangan tidur yang kronik (berlangsung lebih dari tiga minggu) akan berdampak pada kesehatan. Bukan hanya kelelahan dan kurang konsentrasi, tetapi juga tekanan darah tinggi, depresi, gangguan hormon, menurunnya sistem imun, serta gangguan memori.

Jadi, sudahkah Anda memiliki durasi dan kualitas tidur yang baik? Coba cek apakah Anda memiliki tanda-tanda kekurangan tidur berikut ini:

1. Tidak lapar saat makan siang
Kurang tidur akan membuat tubuh secara konstan ingin selalu makan atau justru merasa perut selalu kenyang. Hal ini terjadi karena kurang tidur mengganggu jam biologis yang berpengaruh pada rasa lapar dan kenyang. Ini sebabnya mengapa ada orang-orang yang jadi gemuk atau kurus selama periode kurang tidur.

2. Kurang konsenstrasi
Perhatikan apakah hari ini Anda membuka tiga situs berbeda dalam waktu 5 menit atau berganti-ganti bacaan. Kurang tidur memang membuat kita kesulitan melakukan fokus.

3. Pelupa
Otak memerlukan waktu tidur untuk menyegarkan dan memperbarui diri. Tanpa hal itu, gangguan memori jangka pendek pasti terjadi.

4. "Enggak nyambung"
Tidak bisa mengikuti diskusi karena otak seakan "mampet" merupakan hal yang sering dialami penderita insomnia kronis.

5. Malas
Bila akhir-akhir ini Anda merasa malas saat meeting atau duduk di belakang meja, barangkali penyebabnya bukan karena bosan pada pekerjaan, tetapi karena Anda kurang tidur.

6. Tak enak badan
Sistem kekebalan tubuh diperbaiki dan menjadi kuat kembali saat kita tertidur. Karena itu, mereka yang hobi begadang biasanya lebih mudah terserang flu atau masuk angin. Perkuat sistem imun dengan cara sederhana, tidur 7-8 jam setiap malam.

Monday, July 25, 2011

Jenis Olahraga untuk Cegah Sakit Jantung

Berat badan berlebih merupakan faktor risiko menderita penyakit jantung. Akan tetapi, jangan menyerah, banyak yang bisa kita perbuat agar penyakit jantung tidak sampai menghampiri. Salah satunya adalah berolahraga.

Dengan olahraga teratur, denyut jantung menjadi sebuah pompa yang lebih efisien sehingga jantung tidak perlu bekerja sekeras bila Anda kurang berolahraga.

Menurut penelitian terbaru, jenis olahraga paling ideal untuk mengurangi risiko serangan jantung pada orang yang kegemukan adalah kombinasi latihan beban dengan aerobik.

Orang yang hanya melakukan olahraga jenis aerobik saja akan mengalami penurunan lingkar pinggang dan berat badan. Sementara orang yang hanya berlatih beban manfaatnya terhadap kesehatan jangka panjang lebih kecil.

"Latihan aerobik ditambah latihan ketahanan merupakan program yang paling optimal untuk mereka yang kegemukan," kata Dr Timothy Church, yang meneliti olahraga dan penyakit di Louisiana State University's Pennington Biomedical Research Center.

Hasil penelitiannya itu sejalan dengan beberapa bukti studi sebelumnya yang menyarankan agar latihan aerobik dikombinasikan dengan sedikit latihan beban.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 196 orang yang kegemukan dan memiliki gaya hidup sedentari (jarang bergerak) tersebut, para responden dibagi dalam tiga kelompok program olahraga.

Kelompok pertama melakukan olahraga beban saja tiga kali dalam seminggu. Mereka berlatih menggunakan delapan alat latihan ketahanan dengan target penurunan otot tubuh bagian atas dan bawah.

Di kelompok kedua, mereka melakukan dua jam latihan aerobik setiap minggunya di tempat kebugaran. Sementara kelompok ketiga melakukan kedua jenis latihan, baik latihan ketahanan maupun aerobik.

Selama 8 bulan program, lebih dari seperempat responden yang terlibat dalam penelitian ini berhenti di tengah jalan dan sebagian tidak bisa melengkapi data sebelum dan setelah olahraga.

Secara umum, orang dari kelompok latihan beban yang menyelesaikan program latihan ini mengalami kenaikan sekitar 0,6 kilogram dan sedikit lingkar pinggang tanpa ada penurunan risiko diabetes atau penyakit jantung.

Mereka yang melakukan latihan aerobik turun sekitar 1,3 kg dan 0,5 inci lingkar pinggang, sedangkan yang melakukan kombinasi latihan berat badannya berkurang 1,8 kg dan lingkar pinggang berkurang 1 inci. Dari kelompok ini juga terlihat penurunan diastolik tekanan darah serta skor sindrom metabolik yang menggambarkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Meski demikian, secara umum analisis statistik tidak menunjukkan kombinasi latihan aerobik dan latihan beban lebih baik dibanding yang hanya latihan aerobik saja sehingga olahraga aerobik juga menjadi opsi yang baik.

6 Latihan Menuju Hidup Sadar

Disadari atau tidak, kita menghabiskan sebagian besar waktu yang dimiliki untuk tinggal di masa lalu atau melakukan antisipati untuk masa yang akan datang. Tak cukup banyak waktu tersisa untuk fokus pada masa sekarang.

Mungkin juga karena alasan kesibukan dan efisiensi saat ini Anda tengah membaca artikel ini sambil makan atau memikirkan apa yang akan dilanjutkan setelah ini. Kebiasaan ini akan membuat kita hidup tanpa kesadaran diri (mindfullness).

Meditasi merupakan cara terbaik untuk melatih kesadaran diri. Meditasi juga bisa menjadi hadiah paling indah bagi diri sendiri karena ketenangan yang timbul dari aktivitas ini akan membentuk kebahagiaan diri.

Anda juga bisa berlatih untuk membawa ketenangan dalam batin kita agar kita bisa belajar hidup di masa sekarang.

1. Satu tugas.

Melakukan sesuatu secara buru-buru dan multitasking mungkin hanya berguna untuk jangka pendek. Tetapi kebiasaan tergesa-gesa itu berarti kita tidak maksimal mengerjakan sesuatu. Cobalah untuk fokus pada satu tugas yang dihadapi dan lakukan secara hati-hati. Hal ini akan membantu kita lebih sadar dan membuat sebuah tugas lebih memuaskan.

2. Bangun lebih pagi.

Bangkitlah dari tempat tidur dan duduklah di lantai dengan menegakkan punggung dan mencoba rileks. Pejamkan mata dan rasakan setiap hembusan napas selama beberapa menit. "Latihan ini secara rutin tiap hari bisa menjadi semacam sistem peringatan dini sehingga kita siap menghadapi tantangan dan situasi stres," kata Martin Wilks, psikolog.

3. Makan dengan kesadaran.

Lihatlah waktu makan sebagai sesuatu yang menyenangkan. "Cobalah untuk menikmati sarapan tanpa membaca," kata Bodhipaksa, guru meditasi. Lihatlah apa yang terjadi saat kita memperhatikan makanan yang terhidang dan merasakan kembali pengalaman makan.

4. Buang daftar tugas.

Fokuslah pada tiga hal dan lakukan dulu yang pertama, kemudian nikmati setiap saat ketika melakukannya. "Kita sering merasa momen sekarang tidak bisa diterima. Kemudian kita sibuk mencari hal lain untuk dilakukan. Pengalihan yang konstan seperti ini akan membuat kita merasa tidak berhak menikmati saat sekarang," kata Wilks.

5. Kreatif.

Aktivitas yang kreatif atau hobi aktif akan menjauhkan kita dari pekerjaan yang membuat kita stres dan tidak menikmati waktu. Galilah hobi Anda dan lakukan kegiatan itu di waktu luang Anda.

6. Lambatkan langkah.

Jangan mencoba mengubah banyak hal dalam satu waktu. Sebaliknya, buatlah perubahan kecil dalam satu langkah setiap waktu dan lihat bagimana hal itu bisa membuat Anda lebih percaya diri untuk membuat perubahan lain.

Thursday, July 21, 2011

9 Trik Kurangi Cedera Olahraga

Tanpa berolahraga rutin, pembakaran lemak dalam rangka penurunan berat badan tidak akan sempurna. Namun, bukan sembarang olahraga yang dilakukan. Olahraga berlebihan justru bisa menimbulkan cedera.

Berikut adalah panduan olahraga agar kegiatan olahfisik ini tidak menimbulkan cedera.

1. Selalu lakukan pemanasan
Anggap tubuh Anda mesin mobil. Agar enak dipakai, ia juga membutuhkan sedikit pemanasan sehingga semua minyak bisa melewati mesin dan risiko kerusakan berkurang.

Melakukan pemanasan 5-10 menit sebelum berolahraga akan membuat aliran darah lebih lancar dan meningkatkan temperatur otot-otot sehingga kita bisa bernapas lebih cepat. Hal ini juga akan membantu tubuh beradaptasi dengan setiap gerakan yang dilakukan.

2. Program yang progresif
Ketahui tingkat kebugaran Anda saat ini dan lakukan program yang sesuai. Secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasi program Anda. Disarankan untuk meningkatkan durasi tidak lebih dari 10-15 persen per minggu.

3. Menghindari sindrom akhir pekan
Kesibukan sering kali merampas waktu kita hingga tak ada sisa waktu untuk berolahraga di hari kerja. Sebagai gantinya, biasanya kita melakukan olahraga di akhir pekan. Namun, karena ingin membakar lebih banyak kalori, olahraga dilakukan secara berlebihan sehingga terkadang menimbulkan cedera. Olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan setiap hari lebih sehat dan lebih berisiko kecil mengalami cedera dibandingkan dengan olahraga ekstra keras yang dilakukan sekali di akhir pekan.

4. Hindari olahraga berlebihan
Karena ingin mengejar target penurunan berat badan, banyak orang yang memaksakan diri hingga ke titik tertentu hingga akhirnya cedera. Jelas ini bukan cara yang tepat untuk berolahraga. Tetaplah berolahraga dalam batas kemampuan Anda. Jika Anda mengalami kelelahan yang berat, segeralah beristirahat. Pastikan Anda tidak menghadapi gejala pusing, jantung berdebar-debar, nyeri dada, dan nyeri sendi.

5. Jangan berolahraga saat sakit
Jangan berolahraga jika Anda merasa tidak fit. Bila Anda berolahraga setelah sembuh dari penyakit atau cedera, mulailah secara perlahan-lahan dan bertahap.

6. Cukupi kebutuhan cairan
Konsumsi air saat berolahraga agar tubuh tidak dehidrasi dan kelelahan, terutama bila olahraga dilakukan di luar ruang.

7. Kenakan pakaian yang nyaman
Pilih pakaian yang menyerap keringat dan longgar. Untuk kaum hawa, kenakan bra yang mendukung untuk berolahraga.

8. Bantuan profesional
Jangan pernah malu untuk mengambil pelajaran dari seorang instruktur. Mereka lebih mengerti bagian tubuh mana yang harus dibentuk terlebih dulu dan intensitas yang tepat untuk mencapai tujuan Anda.

9. Beristirahat
Yang tidak kalah penting, ingatlah untuk mendinginkan diri setelah Anda menyelesaikan latihan. Olahraga berat dapat menyebabkan otot-otot Anda mengencang, dan kondisi ini lebih rentan cedera. Pastikan Anda membuat program peregangan dalam olahraga rutin untuk menjaga kelenturan otot-otot.